Ingin Lepas dari Kartu Kredit? Ini 5 Tips untuk Kamu

Hidup bebas tanpa utang!
Kartu Kredit

Menggunakan kartu kredit saat ini mungkin sudah hal yang biasa. Hal ini karena kartu kredit sudah menjadi salah satu alat pembayaran yang digunakan oleh banyak orang. 

Belum lagi, kartu kredit memiliki berbagai jenis promo yang menarik, seperti promo dari salon, hotel, restoran, hingga bisa mengumpulkan miles. 

Namun, semua kemudahan dan keuntungan tersebut juga bisa menimbulkan masalah. Tidak sedikit orang yang keadaan finansialnya justru menjadi kacau karena tidak bisa menggunakan kartu kredit secara bijak. 

Misalnya saja, orang-orang yang tidak bisa mengendalikan penggunaan kartu kredit hingga tidak bisa bayar tagihan dan harus berurusan dengan pihak bank. 

Nah, jika kamu termasuk orang yang tidak bisa lepas dari kartu kredit, tidak ada salahnya untuk memperbaiki keadaan dengan lima langkah berikut ini.

Mulai Kurangi Penggunaan Kartu Kredit

Kartu Kredit

Cara pertama untuk berhenti menggunakan kartu kredit ialah dengan mulai mengurangi penggunaannya. Usahakan hanya menggunakan uang tunai dan kartu debit milikmu saat bertransaksi. 

[Baca: 7 Masalah Keuangan Anak Milenial yang Umum Terjadi ]

Jika ingin membeli sesuatu dan tidak ada uang, jangan memaksakan diri untuk menggunakan kartu kredit. Tahan dirimu agar tidak tergoda dengan segala promo dan diskon.

Ingat, tidak semua barang perlu kamu beli dan miliki. Karena itu, jangan sampai berutang hanya untuk membelinya. 

Mengurangi penggunaan kartu kredit pada awalnya barangkali akan sulit. Apalagi jika kamu sudah terbiasa menggunakannya sebagai salah satu cara pembayaran. 

Namun, kamu perlu memulainya sekarang jika tidak, kamu akan lebih sulit lepas dari penggunaan kartu kredit.

Hanya Bawa Dana Tunai

Kartu Kredit

Salah satu trik untuk mengurangi penggunaan kartu kredit ialah dengan tidak membawanya setiap saat. 

[Baca: Tips Hemat Pengeluaran dengan 5 Langkah Ini ]

Jika bisa, simpan saja kartu tersebut saat kamu bepergian, entah berbelanja atau bertemu dengan teman. Usahakan hanya menyiapkan uang tunai atau kartu debit. 

Cara ini tidak hanya ampuh untuk mengurangi penggunaan kartu kredit, lho, tapi juga menekan pengeluaran dan membantu kamu mengelola uang lebih baik. 

Dengan hanya membawa uang tunai, itu artinya kamu menentukan biaya yang dikeluarkan pada hari tersebut. 

Jadi,  jajan dan pengeluaran kamu hari itu tidak boleh lebih dari apa yang sudah dianggarkan. Kamu bisa lebih hemat, deh.

Jangan Ajukan Kartu Kredit Online

Kartu Kredit

Kartu kredit tidak hanya berbentuk fisik dengan kartunya saat ini, tapi juga bisa dalam bentuk digital. 

Harapannya, tentu agar bisa memudahkan kamu dalam bertransaksi. Namun, di saat bersamaan juga bisa membuat kamu lebih boros jika tidak pandai mengendalikan keinginan berbelanjamu.

Oleh sebab itu, agar keinginan kamu bisa lepas dari kartu kredit terwujud, ada baiknya jangan memiliki kartu kredit lebih dari satu dan tidak perlu mengajukan kartu kredit online.

Evaluasi Gaya Hidup

Kartu Kredit

Menggunakan kartu kredit tidak salah, tapi sering kali kita lah yang tidak bijak dalam memanfaatkannya. 

Karena itu, selain tindakan pencegahan penggunaan kartu kredit, kamu juga perlu mengendalikan dirimu sendiri. 

Cobalah untuk melakukan analisa kecil-kecilan mengenai gaya hidup dan pengeluaranmu. Apakah gaya hidup kamu selama ini melebihi batas penghasilanmu yang bisa ditanggung? Jika iya, cobalah untuk mengubahnya. 

Cukup belanjakan uangmu untuk kebutuhan dan jangan sampai pengeluaran melebihi dana yang kamu punya. 

JIka gaya hidup kamu sudah sesuai dengan penghasilan, kamu pasti tidak mudah tergoda belanja berbagai barang yang di luar batas kesanggupanmu.

Mulai Buat Anggaran Pengeluaran

Kartu Kredit

Setelah mengevaluasi gaya hidup, kamu bisa mulai awal baru dalam pengelolaan keuanganmu dengan membuat anggaran pengeluaran. Anggaran tersebut bisa dibuat secara harian atau bulanan. 

[Baca: Bingung Cara Membagi Uang Gaji? Ikuti Aturan Ini! ]

Intinya, kamu membagi uang untuk berbagai pengeluaran yang sudah diperhitungkan. Dengan begitu, pengeluaran uang untuk belanja barang yang sia-sia bisa diminimalkan. 

Nah, untuk membuat anggaran ini, kamu bisa mencoba menggunakan tips berikut ini.

1. Bagi Uang Berdasarkan Fungsinya

Mulailah dengan membagi uang menurut fungsinya setiap bulan untuk pengeluaran yang lebih terencana. 

Untuk memudahkan pembagian uang, kamu bisa mendata terlebih dahulu semua jenis pengeluaran kamu dalam satu bulan.

Selain pengeluaran pasti, seperti biaya listrik, kebutuhan rumah, atau transportasi, data pula pengeluaran tidak terduga serta biaya hiburan. 

Biaya hiburan yang bisa kamu masukkan di antaranya berkumpul dengan teman atau melakukan hobi. Setelah didata, kamu bisa alokasikan uang untuk setiap fungsi pengeluaran. 

Dengan mendata semua pengeluaran lalu mengalokasikan biaya untuk pengeluaran tersebut, keluar masuknya uang akan lebih mudah dikendalikan. Kamu juga bisa lebih disiplin dalam membelanjakan uang.

2. Gunakan Dua atau Lebih Rekening untuk Penggunaan Uang

Uang yang tersimpan kadang sering membuat kamu tergoda untuk menggunakannya, bukan? Untuk menghindari keadaan seperti itu, kamu bisa mencoba menempatkan uang di beberapa rekening yang berbeda.

Gunakan beberapa rekening untuk fungsi yang berbeda. Misal, kamu punya satu rekening khusus untuk tabungan dan rekening lainnya yang digunakan untuk menyimpan untuk biaya sehari-hari. 

Penggunaan uang sehari-hari ini juga bisa kamu tempatkan lagi di berbagai akun keuangan yang berbeda. Contohnya, uang transportasi disimpan di uang elektronik atau uang untuk belanja di akun bank digital.

Dengan begitu, penggunaan uang menjadi lebih jelas dan sesuai dengan fungsinya. Pengeluaran biaya-biaya tidak terduga juga bisa ditekan karena uang sudah dialokasikan untuk setiap kebutuhan.

 

=========

Selama kamu bisa menggunakan kartu kredit dengan bijak tidak ada yang perlu dikhawatirkan. Namun, jika sudah mulai berlebihan, itu adalah saatnya untuk melakukan perubahan. Nah, kamu ada di posisi yang mana? Yuk, cek lagi keuanganmu!

Tagged with:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *