Tip Jitu Menentukan dan Mencapai Tujuan Keuangan

Menetapkan tujuan keuangan untuk jangka pendek, jangka menengah, dan jangka panjang adalah langkah penting untuk keamanan finansialmu. Kalau kamu tidak mempunyai tujuan keuangan, kamu cenderung menghabiskan lebih dari yang seharusnya. 

Akibatnya, kamu akan kekurangan ketika membutuhkan uang untuk hal-hal yang tidak terduga, belum lagi ketika untuk hari pensiun. Kalau sudah begini, kamu berisiko terjebak dalam lilitan hutang dan tagihan cicilan yang tidak ada habisnya.

Karena itu, penting untuk memiliki financial goals dan mengatur prioritas keuanganmu setiap tahunnya. Kalau kamu belum pernah mengatur financial goals, tip ini akan membantu keuanganmu agar lebih stabil.

Langkah-Langkah Mengatur Tujuan Keuangan

Berikut ini adalah lima langkah untuk membantu kamu menetapkan tujuan keuangan.

  • Cari tahu prioritasmu. Susun dari yang mudah dan yang mendesak hingga yang lebih tidak mendesak untuk ditimbang.
  • Pilah apa yang bisa terwujud dengan cepat, apa yang akan memakan sedikit waktu, dan mana yang harus menjadi bagian dari strategi jangka panjang.
  • Buat anggaran yang realistis. Perhatikan baik-baik pengeluaran dan pemasukan, kemudian gunakan untuk membangun financial goals-mu. 
  • Kalau kamu sudah benar-benar menghemat uangmu, setidaknya akan ada uang yang tersisa. Berapapun jumlahnya, pindahkan ke akun terpisah yang dapat dipakai untuk beberapa hal pertama dalam daftar prioritas.
  • Pantau kemajuanmu.

[Baca juga: 5 Alasan Utama Kamu Harus Investasi Saat Muda!]

Contoh Tujuan Keuangan

Kalau kamu masih bingung apa saja yang termasuk financial goals, di bawah ini adalah beberapa contoh yang bisa kamu contek!

Budget untuk Kehidupan Sehari-hari

Beberapa orang mungkin agak skeptis terhadap proses penganggaran. Tetapi, sebagian besar ahli setuju bahwa membuat anggaran sangat bermanfaat. Apalagi bagi kamu yang ingin memantau pengeluaran dan pemasukan tetap dalam rumah tangga, mengatur anggaran sangatlah penting.

Membayar Cicilan Kartu Kredit

Biaya bunga (pada rekening kartu kredit) memakan begitu banyak uang yang dapat digunakan untuk tujuan lain. Setelah kamu melunasinya, tahan diri untuk tidak menggunakannya di waktu yang tidak mendesak. Kalau kamu terus membiasakannya, kamu akan terjebak lebih dalam lagi.

Menyimpan Dana Darurat

Dana darurat adalah uang yang disisihkan khusus untuk membayar biaya tak terduga. Untuk memulai, 5-10 juta rupiah sudah cukup. 

Setelah mencapai tujuan itu, kamu harus terus menambahnya sehingga dana darurat bisa menutupi kesulitan keuangan yang lebih besar, misalnya tiba-tiba kamu kehilangan pekerjaan.

Menyimpan Dana Pensiun

Tujuan finansial jangka panjang terbesar bagi kebanyakan orang adalah menabung cukup uang untuk pensiun. Aturan umum yang mengharuskan kamu menyimpan 10% hingga 15% dari gaji bulanan adalah langkah yang cukup baik. 

Ingatlah bahwa semakin banyak kamu menabung, semakin besar juga kebebasan finansialmu di hari tua.

Menyimpan Dana Pendidikan Anak

Kalau kamu sudah memiliki keluarga atau baru berencana, pertimbangkan juga untuk menyimpan dana pendidikan anak. Dengan semakin meningkatnya biaya pendidikan, lebih baik kamu juga menyiapkannya sejak dini agar bisa memberikan yang terbaik untuk si buah hati.

Menyimpan Uang Muka untuk Rumah

Bagi kebanyakan orang, membeli rumah adalah pembelian dan investasi paling signifikan. Semakin besar uang muka yang bisa kamu bayar, semakin besar kebebasanmu untuk mengatur jangka waktu dan besarnya cicilan.

[Baca juga: 5 Alasan Kenapa Anak Muda Belum Butuh Kartu Kredit]

Cara Mencapai Tujuan Keuangan

Cara terbaik untuk mencapai sasaran keuanganmu adalah dengan membuat rencana yang memprioritaskan tujuan tersebut.

Ketika kamu melihat tujuan keuanganmu sendiri, kamu akan menemukan bahwa beberapa di antaranya membutuhkan proses panjang, sementara yang lain dapat diwujudkan dengan mudah. Financial goals dapat dipisahkan menjadi tiga kategori waktu, yaitu:

Jangka Pendek

Financial goals jangka pendek membutuhkan waktu di bawah satu tahun untuk mewujudkannya. Contohnya saja untuk berlibur, membeli kulkas baru, atau melunasi hutang ke bank.

Jangka Menengah

Untuk jangka menengah tidak dapat dicapai segera tetapi tidak perlu waktu bertahun-tahun untuk mencapainya. Contohnya termasuk membeli mobil, menyelesaikan gelar atau sertifikasi, atau melunasi hutang.

Jangka Panjang

Sasaran keuangan jangka panjang (lebih dari lima tahun) dapat membutuhkan waktu beberapa tahun untuk dicapai dan, sebagai akibatnya, membutuhkan komitmen yang lebih lama dan seringkali lebih banyak uang. 

Contohnya termasuk membeli rumah, menabung untuk pendidikan anak, atau untuk dana pensiun.

Proses mengatur financial goals adalah menentukan tujuan apa yang ingin kamu capai, memperkirakan jumlah uang yang dibutuhkan, dan merencanakan berapa lama waktu yang kamu harapkan untuk mencapai setiap tujuan keuangan.

Buat Daftar Tujuan Keuangan

Mengembangkan daftar tujuan keuangan adalah cara yang baik untuk memulai proses ini. Berikut adalah lima langkah yang bisa kamu ikuti untuk mengatur daftar financial goals-mu.

  1. Tuliskan financial goals pribadimu. Ini harus spesifik, terukur, terfokus pada tindakan yang diambil, realistis dan harus memiliki target waktu yang jelas.
  2. Putuskan apakah tujuanmu itu jangka pendek, jangka menengah, atau jangka panjang, dan buat target waktu juga untuk tujuan tersebut. Ini dapat berubah kapan saja berdasarkan situasimu.
  3. Tentukan berapa banyak tabungan yang kamu butuhkan untuk mencapai tujuanmu dan pisahkan tabungan tersebut.
  4. Pikirkan semua cara yang bisa kamu lakukan untuk mencapai tujuan itu. Ini termasuk menabung, memotong biaya tertentu, atau mencari pemasukan tambahan.
  5. Putuskan mana cara-cara yang terbaik untuk mencapai tujuanmu dan tulis dengan jelas.

Mengatur keuangan mungkin terdengar menakutkan, tetapi yang terbaik adalah melakukannya secara bertahap. Prioritaskan, lalu wujudkan. Setelah mencapai beberapa tujuan yang lebih mudah, kamu akan memperoleh kepercayaan diri saat mengambil keputusan. 

Hal tersebut akan memberikan motivasi untuk mencapai target yang lebih sulit yang membutuhkan lebih banyak waktu dan disiplin. Jadi, jangan terlalu fokus pada target yang besar. Financial goals dapat diwujudkan sedikit demi sedikit.

Tagged with:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *