Tentang Utang Baik dan Utang Buruk yang Harus Kamu Tahu

Apaakah kamu memiliki utang?
Utang Baik

Selama ini, kita mungkin hanya tahu bahwa memiliki utang bukan hal yang baik.

Namun, ketika meminjam uang, ada yang disebut dengan utang baik dan utang buruk, lho.

Keduanya merupakan utang, tetapi memiliki dampak yang berbeda.

Jika kamu terpaksa harus meminjam uang, pastikan utang tersebut masuk dalam kategori utang baik dan bukan sebaliknya.

Karena jika utang tersebut termasuk utang yang buruk, kamu tidak akan mendapatkan manfaat yang besar.

Nah, jadi apa saja yang perlu kamu tahu tentang utang baik dan buruk? Cari tahu di sini.

Perbedaan Manfaat

Utang Baik

Utang baik merupakan pinjaman yang bisa menambahkan penghasilan atau manfaat untuk hidup seseorang.

Sebaliknya, utang buruk merupakan utang yang tidak memberikan tambahan nilai atau kekayaan justru nilainya berkurang.

Jika kamu meminjam uang untuk membuka bisnis, utang tersebut termasuk utang baik. [Baca: Mengelola Hutang dengan 5 Cara Mudah Ini ]

Sebaliknya, jika meminjam uang hanya untuk membeli pakaian atau tas, utang tersebut tidak baik untuk kesehatan keuanganmu.

Oleh sebab itu, pastikan tujuan untuk meminjam uang merupakan hal penting yang bisa meningkatkan taraf hidupmu, baik sekarang atau pun masa depan.

Tidak Sama dengan Utang Buruk, Utang Baik Bersifat Progresif

Utang Baik

Utang baik bisa memberikan manfaat dan keuntungan tidak hanya sekarang, tapi juga untuk masa depan.

Misal, kamu meminjam untuk membeli rumah, rumah tersebut tentunya bisa kamu gunakan untuk waktu yang lama.

Jika kamu memiliki tambahan uang, rumah tersebut bisa dibangun kembali atau disewakan.

Hal ini tidak akan kamu temui pada utang buruk. [Baca: Ini Tips Sukses yang Bisa Kamu Ambil dari Film Crazy Rich Asians ]

Uang yang hanya dihabiskan untuk membeli barang yang terus menurun nilainya, seperti barang-barang elektronik tidak akan bisa memberi manfaat setelah rusak atau nilainya terus merosot.

Pada akhirnya, kamu hanya bisa membuang atau menjual murah.

Utang Buruk Bisa Mendatangkan Utang Lain

Utang Baik

Sebuah utang bisa disebut sebagai utang buruk karena dibelikan pada barang-barang yang tidak akan menambah nilai kekayaan ataupun meningkatkan taraf hidup dalam waktu lama.

Orang-orang yang membelanjakan uang untuk membeli barang hanya berdasar pada keinginan dan bukannya kebutuhan.

Kebiasaan konsumtif ini kadang sulit untuk dihilangkan, bahkan di saat kamu sudah berutang.

Oleh sebab itu, utang buruk tidak hanya bisa menghabiskan uangmu, tapi juga membuat kamu terus berutang tanpa sadar.

Kamu jelas sangat rugi, bukan? [Baca: 6 Kebiasaan Mengatur Keuangan yang Salah pada Generasi Muda ]

Selain membeli barang yang hanya bisa dinikmati sementara waktu, kamu juga bisa terjebak utang yang terus bertambah.

Jenis Utang Baik dan Utang Buruk

Utang Baik

Jika bingung membedakan mana yang utang baik dan utang buruk, lihat manfaat pada benda atau tujuan yang ingin kamu capai.

Utang baik bisa menambahkan manfaat dan meningkatkan taraf hidup, seperti utang untuk membiayai pendidikan, membuka bisnis atau usaha, dan membeli rumah.

Sebaliknya, pinjaman bisa dikatakan sebagai utang buruk jika nilainya terus menurun.

Benda yang nilainya tidak bertahan lama hanya bisa kamu gunakan ketika masih bagus.

Misalnya saja, untuk membeli pakaian atau barang habis pakai, kartu kredit, dan kredit barang (mobil, motor).

 

==========

 

Jadi, apakah utang yang kamu miliki termasuk utang baik atau buruk?

Coba telisik lagi, manfaat apa yang sudah dan akan kamu rasakan dari barang yang tersebut.

Jika manfaat tidak bisa berkembang, kemungkinan kamu memiliki utang buruk.

Yang paling idealnya tentunya, kamu tidak memiliki utang, entah itu baik atau buruk.

Namun, karena memulai sesuatu terkadang membutuhkan modal, berutang sering menjadi pilihan.

Oleh sebab itu, pastikan kamu mengambil pinjaman untuk sesuatu yang mendatangkan keuntungan untuk waktu lama.

Tagged with:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *