5 Sisi Negatif Uang Elektronik yang Harus Kamu Waspadai!

Gunakan sesuai dengan kebutuhan.
Uang Elektronik

Menggunakan uang elektronik (e-money) memang memudahkan berbagai urusan.

Kamu tidak perlu repot ke ATM, membawa uang tunai dalam jumlah banyak, atau mengantri lama hanya untuk membayar.

Uang elektronik hadir membawa kemudahan bertransaksi bagi penggunanya.

Meski begitu, penggunaan uang elektronik dalam kehidupan sehari-hari bukan berarti tidak memiliki sisi negatif yang perlu diwaspadai.

Sejumlah kebiasaan dan pola yang berubah dalam proses pembayaran tanpa disadari bisa memberi dampak yang cukup berarti dalam keuanganmu, loh.

Penasaran dampak negatif apa yang mungkin ada karena penggunaan uang elektronik? Baca lebih lengkap di sini.

1. Cenderung Membuat Boros

Uang Elektronik

Pernah merasa kamu menjadi lebih boros sejak menggunakan uang elektronik? Pastinya, kamu tidak sendiri.

Membayar dengan uang elektronik terkadang tidak terasa seperti sedang mengeluarkan uang.

Orang-orang akan lebih mudah mengeluarkan uang tanpa banyak berpikir.

[Baca: Menggunakan Uang Elektronik Menjadi Boros? Cegah dengan 6 Tips Ini! ]

Karena mudahnya akses dan cepatnya proses pembayaran, kamu bisa membelanjakan uang tanpa rasa khawatir.

Baru setelahnya atau akhir bulan, kamu akan sadar menghabiskan uang untuk berbagai hal yang sebenarnya tidak terlalu penting.

Kemudahan yang membuat kamu terlalu mudah belanja ini harus dibatasi.

Kamu perlu membuat aturan sendiri untuk mengontrol pengeluaranmu.

Jika tidak, uang bisa habis hanya uantuk membeli keinginan dan bukannya kebutuhan.

Oleh sebab itu, perlakukan uang elektronik sama halnya dengan uang tunai.

Jangan alokasikan semua uang dalam e-money, cukup isi sesuai dengan kebutuhan.

Selain itu, yang terpenting berusahalah untuk disiplin dalam menggunakan uang yang ada dalam e-money milikmu.

2. Tergantung pada Daya Tahan Ponsel

Uang Elektronik

Uang elektronik yang sering digunakan, ada yang berbentuk kartu atau berbasis aplikasi.

[Baca: 5 Tren Keuangan 2019 Ini Diprediksi Semakin Populer di Masyarakat ]

Jika kartu tidak tergantung pada ponsel, beda halnya dengan e-money yang ada dalam aplikasi.

Meskipun uang elektronik berbasis aplikasi sangat praktis dan mudah digunakan, menggunakannya tergantung pada daya baterai dan sinyal internet.

Jika keduanya tidak ada, kamu tentu tidak bisa mengakses uang yang ada dalam aplikasi tersebut.

Karena itu pula, ada baiknya tetap mengalokasikan uang tunai untuk pengeluaran sehari-hari.

Sementara uang elektronik digunakan untuk keperluan lain sehingga penggunaan uang dapat teratur dan sesuai dengan keperluannya.

3. Tidak Bisa Digunakan di Semua Tempat Belanja

Uang Elektronik

Kekurangan lain, e-money belum tentu bisa digunakan untuk membayar di semua toko offline.

Uang elektronik hanya bisa digunakan di tempat-tempat yang memang menyediakannya.

Jadi, meskipun praktis, uang dalam aplikasi atau kartu menjadi tidak bisa digunakan jika toko tersebut tidak mendukung pembayaran nontunai.

4. Ponsel Bisa Hilang Kapan Saja

Uang Elektronik

Salah satu yang tidak mengenakkan ialah kehilangan barang berharga, termasuk ponsel.

Apalagi jika dalam ponsel ada banyak aplikasi e-money.

Tentunya akan sangat menyulitkan karena di dalamnya ada akun yang menyimpan uang.

Kamu tentu bisa segera melapor atau memblokir akun agar tidak bisa diretas dan diakses siapa pun.

Namun, jadikan risiko kehilangan ini sebagai salah satu pertimbangan saat menggunakan e-money.

Selain menyimpan uang secukupnya, usahakan juga selalu meletakkan ponsel di tempat yang aman.

5. Kartu Hilang, Uang Tidak Bisa Kembali

Uang Elektronik

Jika ponsel hilang, akun bisa diblok.

Namun, jika uang elektronik berbentuk kartu hilang, uang tidak akan bisa kamu dapatkan kembali.

Seperti kartu yang digunakan untuk transportasi bus, jika kartu tersebut hilang, kamu harus siap mengalami kerugian.

 

 

==========

Meski ada beberapa risiko, bukan berarti kamu tidak disarankan menggunakan uang elektronik.

Tidak dipungkiri, uang elektronik membawa banyak kemudahan dan agar kemudahan tersebut tidak membawa dampak buruk, kamu harus bisa menggunakannya secara bijak.

Simpan uang secukupnya, letakkan di tempat yang aman, dan atur penggunaan uang sesuai dengan kebutuhan.

Gunakan aplikasi atau kartu e-money untuk membagi fungsi uang sehingga mengelola keuangan bisa semakin mudah dilakukan.

Selain itu, tahan diri untuk berbelanja meski akses uang sangat mudah dan cepat.

Ingat, belanjalah untuk kebutuhan dan tidak hanya keinginan.

Dengan begitu,  mencapai keuangan yang sehat bukan hanya sekadar mimpi.

[Baca: 6 Tanda Keuangan Sehat yang Harus Kamu Miliki ]

Tagged with:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *