7 Risiko Investasi Emas Batangan yang Perlu Kamu Kenali

Atur rencana investasi lebih baik dengan mengetahui risikonya.
Risiko Investasi Emas

Setiap investasi memiliki risiko yang perlu kamu pertimbangkan.

Risiko investasi tersebut biasanya berbanding lurus dengan besarnya uang yang dikeluarkan.

Semakin besar modal investasi, semakin tinggi pula risiko kerugian yang mengancammu.

Lalu, bagaimana dengan risiko investasi emas batangan yang terkenal aman?

Investasi emas batangan pun memiliki risiko, tapi tentunya risiko investasi emas berbeda dengan risiko yang akan kamu temui pada investasi saham atau lainnya.

Nah, apa saja risiko investasi emas yang perlu kamu pertimbangkan dengan baik?

1. Tempat Penyimpanan yang Sulit

Risiko Investasi Emas

Sudah sering dibahas, emas batangan membutuhkan sebuah tempat penyimpanan, terutama ketika emas sudah berjumlah banyak dan bergram besar.

Emas batangan tersebut akan “memakan” cukup ruang dalam rumahmu atau kamu harus mengeluarkan uang untuk menyewa safe deposit box. [Baca: Ini Dia 6 Pilihan Tempat Menyimpan Emas ]

Jika emas sudah mulai banyak dan kamu masih ingin menambahnya, ini saat yang tepat untuk merencanakan kembali tempat penyimpanan yang lebih aman untuk emas.

A post shared by e-mas (@emas.apps) on

Berbeda jika kamu membeli emas online, emas bisa kamu titipkan pada aplikasi.

Seperti di aplikasi e-mas, emas yang dibeli bisa dititipkan tanpa biaya, minimal berat emas, ataupun batas waktu.

Aplikasi e-mas sendiri merupakan aplikasi mobile untuk bertransaksi jual beli emas secara online.

Di aplikasi ini, kamu bisa membeli emas mulai dari Rp100,-.

Emas yang dibeli akan dititipkan di aplikasi dan dapat kamu ambil setelah mencapai berat minimal emas yang beredar di pasaran.

Kamu juga bisa menjual emas tersebut melalui aplikasi dan uang akan ditransfer ke rekeningmu.

2. Risiko Kehilangan

Risiko Investasi Emas

Jika tempat penyimpananmu kurang aman, kamu harus siap menghadapi risiko investasi emas berikutnya, yakni kehilangan.

Risiko kehilangan emas sangat erat kaitannya dengan keamanan tempat penyimpanan.

Oleh sebab itu, jika emas sudah mulai banyak dan “memakan” tempat, segera cari alternatif tempat penyimpanan.

Selain tempat penyimpanan, emas juga bisa hilang karena berbagai kejadian tak terduga, seperti ketika kamu membawanya dan tas atau dompetmu dicopet.

Kejadian tak terduga seperti itu membuatmu harus selalu waspada dan berhati-hati.

3. Risiko Mendapat Emas Palsu

Risiko Investasi Emas

Emas sangat berisiko untuk dipalsukan. Oleh sebab itu, belilah emas hanya di tempat terpercaya untuk menghindari risiko tersebut.

Untuk kamu yang masih awam, jangan mau membeli emas di sembarang tempat atau orang.

Cukup datang ke kantor pusat Antam untuk menghindari kerugian di masa depan. [Baca: Emas Asli, Ini Cara untuk Mengetahuinya ]

4. Praktik Investasi Bodong

Tidak bisa dipungkiri, meski zaman sudah semakin maju, tetap ada orang yang terjebak dalam praktik investasi bodong.

Kamu harus lebih berhati-hati dan cermat dalam memilih setiap tawaran investasi yang datang.

Jangan mudah percaya dengan janji keuntungan yang besar dan selalu lakukan pengecekan mengenai pihak yang menawarkan.

Cari tahu informasi sebanyak mungkin sebelum kamu memutuskan akan “menanamkan” uangmu di suatu tempat. [Baca: Investasi Bodong, Kenali Ciri-Cirinya ]

5. Harga Cenderung Fluktuatif

Risiko Investasi Emas

Seperti yang sudah banyak diketahui, harga emas turun dan naik dengan sangat cepat.

Kamu pasti sudah sering dengar, beli emas saat harga turun lalu jual saat harga sedang tinggi.

Namun, praktiknya masih banyak orang yang tidak benar-benar paham mengenai waktu yang tepat untuk membeli atau menjual emas mereka. [Baca: Harga Emas Naik atau Turun? Cek di Sini Penyebabnya! ]

6. Investasi Jangka Panjang

Risiko Investasi Emas

Investasi emas batangan tidak cocok untuk kamu yang menginginkan keuntungan dengan cepat.

Emas batangan merupakan investasi jangka panjang yang berarti kamu butuh waktu untuk merasakan keuntungan dari selisih harga jual dan beli emas.

Dengan kata lain, jika kamu membeli emas hari ini, kamu harus menunggu beberapa tahun sebelum menjualnya.

Oleh sebab itu, investasi ini cocok untuk kamu yang memiliki rencana di masa depan dan bukannya dalam beberapa bulan.

7. Perekonomian Stabil, Harga Melambat

Risiko Investasi Emas

Saat keadaan ekonomi tidak stabil, banyak orang akan beralih untuk membeli emas.

Dengan begitu, permintaan akan meningkat dan harga emas pun akan naik.

Sebaliknya, jika keadaan ekonomi berjalan dengan baik dan permintaan emas tidak berlebihan, harga emas bisa turun atau setidaknya kenaikan harga bisa melambat.

 

==========

Risiko investasi emas yang dijelaskan bukan agar kamu tidak berinvestasi ya, melainkan agar kamu bisa merencanakan langkah investasi dengan lebih baik.

Jika kamu bisa memperhitungkan setiap uang dan waktu dengan cermat, kerugian bisa diminimalkan dan keuntungan pun bisa lebih besar.

Jangan lupa, setiap investasi berisiko, tapi jika kamu tidak berinvestasi, kamu akan lebih sulit mewujudkan keinginanmu.

Jadi, rencanakan investasimu semaksimal mungkin!

Tagged with:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *