5 Mitos Keuangan Ini Ternyata Tidak Benar

Jangan percaya begitu saja!
Mitos Keuangan

Pernah dengar mitos keuangan? Sejak kecil, kamu pasti sering mendengar beberapa saran seputar keuangan dari orang tuamu. 

Karena kamu mendengarnya terus menerus, kamu bisa saja sangat mempercayainya, padahal belum tentu saran tersebut benar. Bisa saja saran tersebut sebenarnya hanya mitos keuangan yang perlu kamu periksa kembali.

Nah, mitos keuangan apa saja yang pernah kamu dengar dan sebaiknya tidak perlu kamu ikuti? Berikut lima di antaranya.

Jangan Berutang!

Mitos Keuangan

Pernah dengar saran ini? Sebisa mungkin jangan sampai memiliki utang karena akan menyusahkan hidup dan keuanganmu. Namun, apa memang benar selalu begitu?

[Baca: Hindari 5 Kesalahan Ini Agar Kamu Tidak Menjadi Korban Penipuan e-Wallet]

Tidak memiliki utang memang sangat baik dan pastinya memberi ketenangan dalam menjalani hidup kamu. Meski begitu, jika kamu berutang untuk sesuatu yang produktif dan progresif, saran ini bisa dikesampingkan terlebih dahulu.

Seperti apa utang progresif? Utang progresif disebut juga utang baik atau utang yang bisa menambah penghasilan atau manfaat dalam hidup kamu. Utang seperti ini di antaranya untuk biaya pendidikan, rumah, atau dana untuk berbisnis. Bisa dibilang kamu “berinvestasi” untuk masa depan menggunakan utang ini.

Berbeda jika kamu berutang untuk membeli gadget keluaran terbaru, pakaian, atau barang habis pakai. Barang-barang tersebut tidak akan menghasilkan keuntungan, justru nilainya bisa semakin menurun.

Jadi, jika kamu mau berutang, usahakan utang tersebut merupakan utang baik. Selain itu, apa pun jenis utangnya, pastikan kamu memilih utang dengan bunga terendah dan tidak melebihi batas kesanggupanmu untuk membayar.

Tidak Perlu Menabung Jika Hanya Sedikit

Mitos Keuangan

Idealnya, kamu menyisihkan 15% dari pendapatanmu untuk menabung setiap bulannya. Namun, jika itu  masih dirasa berat, jangan berkecil hati. 

[Baca: 5 Tip Merapikan Keuangan yang Bisa Kamu Dapatkan dari Marie Kondo]

Menabung meski sedikit bisa sangat membantu kamu di masa depan, entah itu untuk dana pensiun atau dana darurat. Jadi, meski nilainya tidak besar, tetaplah menabung untuk kehidupan yang lebih baik. 

Menabung juga lebih baik dimulai dari sekarang selagi kamu masih muda dan memiliki penghasilan yang cukup. Saat tua nanti, akan sulit untuk kamu untuk menabung dan bisa saja kamu tidak punya sumber penghasilan kecuali uang yang sudah disiapkan sejak muda. 

Jadi, jangan ragu untuk menabung. Usahakan disiplin menabung setiap bulan dan sebisa mungkin tingkatkan nilainya ketika kamu sudah mampu. Pelan, tapi pasti uang akan terkumpul dan kamu bisa mewujudkan impianmu.

Hindari Kartu Kredit 

Mitos Keuangan

Punya utang kartu kredit memang sangat tidak menyenangkan. Selain jumlah uang dan bunga yang harus dibayar, kehidupan kamu juga mungkin menjadi tidak tenang. 

[Baca: 15 Cara Jitu Memangkas Pengeluaran]

Apalagi jika kamu dan orang di sekelilingmu sering mendengar kasus orang yang terlilit utang kartu kredit dengan akhir yang buruk. Barangkali karena adanya contoh kasus seperti itu jugalah banyak orang tidak menyarankan untuk memiliki kartu kredit.

Namun, jika bisa menggunakannya dengan bijak dan tidak melebihi batas, kartu kredit bisa sangat bermanfaat. Kartu kredit menawarkan banyak reward program, promo menarik, serta diskon untuk berbelanja di banyak tempat.

Semua penawaran tersebut juga bisa meringankan pengeluaran yang harus kamu lakukan. Kamu bahkan bisa memanfaatkannya untuk berinvestasi. Jadi, kartu kredit bisa menguntungkan selama kamu menggunakannya dengan bijak dan strategi yang tepat.

Selain itu, yang harus selalu diingat, jangan menggunakan kartu kredit melebihi batas yang seharusnya untuk menghindari utang dan bunga di bulan berikutnya.

Uang Pensiun Tidak Perlu Disiapkan

Mitos Keuangan

Pernah berpikir sampai kapan kamu akan bekerja? Kenyataannya, kamu tidak mungkin bisa terus berkerja dengan adanya usia pensiun. Oleh sebab itu, kamu perlu merencanakan apa yang ingin kamu lakukan di hari tua.

Selain memikirkan pekerjaan atau usaha yang mungkin kamu lakukan saat pensiun, kamu juga perlu menyiapkannya dana untuk membiayai hidupmu. Semua dana tersebut harus kamu siapkan selagi muda.

Tanpa dana pensiun, keuangan kamu bisa berantakan dan kemungkinan kamu juga tidak akan bisa mempertahankan gaya hidup selagi muda. Jadi, mulai sekarang cobalah untuk menyisihkan sedikit penghasilan kamu setiap bulannya untuk dana pensiun.

Kita Tidak Tahu Jumlah Uang yang Dibutuhkan Ketika Pensiun

Mitos Keuangan

Tentunya sulit untuk mengetahui angka pasti uang yang harus kamu siapkan untuk menghadapi masa pensiun. Apalagi kamu mungkin akan mengalami perubahan gaya hidup di usia-usia mendatang. Namun, bukan berarti kamu tidak menyiapkannya sama sekali. 

Berapa banyak uang yang harus kamu siapkan semuanya tergantung pada kebutuhan dan rencana yang kamu miliki setelah tidak lagi bekerja. Namun, sebagai panduan kamu bisa menggunakan rumus dari Fidelity.com berikut ini. 

Usahakan untuk menabung 15% dari penghasilanmu dan lakukan setidaknya satu bulan sekali ketika kamu masih di usia 20-an atau 30-an. Tingkatkan menjadi menabung 3 kali dalam sebulan ketika usia kamu mencapai 40 tahun. Lalu, menabung 7 kali ketika usia 55 tahun dan 10 kali ketika 67 tahun.

Perhitungan tersebut bisa saja berbeda tergantung pada kebutuhan dan keadaan keuanganmu. Kamu mungkin harus menabung lebih sedikit atau banyak dari perhitungan di atas. Meski begitu, yang terpenting kamu tidak boleh berhenti menabung dan investasi apa pun yang terjadi untuk menjamin masa tua yang nyaman.

========

Nah, setelah tahu mitos keuangan di atas, semoga kamu bisa semakin bijak menggunakan uang. Cobalah untuk membangun kebiasaan menabung dari setiap penghasilan yang kamu terima sejak muda. Jangan lupa berinvestasi dan cermat dalam berutang.

Tagged with:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *