Menggunakan Uang Elektronik Menjadi Boros? Cegah dengan 6 Tips Ini!

Atasi dan cegah dengan tips ini!
Menggunakan Uang Elektronik

Menggunakan uang elektronik atau e-money memang jauh lebih praktis dalam banyak hal.

Kamu tidak perlu repot membawa uang tunai, tidak memakan ruang di dalam tas atau dompet, dan yang terpenting proses pembayaran bisa lebih cepat.

Namun, di balik semua kemudahannya, menggunakan uang elektronik menghadirkan kebiasaan baru yang mungkin tidak kamu sadari.

Apa itu? Kebiasaan untuk mengeluarkan uang tanpa banyak berpikir hingga mengakibatkan boros.

Kamu merasa begitu?

Sebelum kamu menjadi lebih boros menggunakan uang elektronik, ada baiknya atur pemakaian uang elektronik.

Begitu pun untuk kamu yang baru menggunakan, cegah kebiasaan boros dengan melakukan 6 tips berikut ini.

1. Pilih Uang Elektronik Sesuai dengan Kebutuhan

Menggunakan Uang Elektronik

Uang elektronik yang tersedia di pasaran ada dalam dua bentuk, yakni kartu dan e-wallet.

Kartu atau e-wallet tersebut dikeluarkan oleh berbagai bank dan bahkan provider ponsel, atau pihak swasta lainnya.

Ada banyak pilihan uang elektronik, tapi kamu cukup memilih yang sesuai dengan kebutuhan, apakah ingin dipakai untuk membayar biaya sehari-hari, mengumpulkan cashback, dan sebagainya.

Ada uang elektronik yang dimaksudkan untuk biaya transportasi, belanja di beberapa merchant, atau bayar sejumlah tagihan.

Pilih kebutuhan yang dapat dipermudah proses pembayarannya jika menggunakan uang elektronik.

Jangan hanya membuat akun e-wallet, tapi kamu tidak tahu tujuannya.

Akibatnya, penggunaan uang dalam e-wallet tersebut bisa tidak terkontrol.

2. Isi Saldo Uang Elektronik Secukupnya

Menggunakan Uang Elektronik

Untuk menghindari penggunaan uang elektronik yang tidak sesuai dengan tujuan, isi saldo uang elektronik secukupnya. [Baca: 6 Trik Nongkrong Hemat di Mal]

Jika e-wallet untuk membayar biaya transportasi sehari-hari, isi uang sesuai dengan jumlah yang sudah kamu perhitungkan.

Dengan begitu, kamu tidak memiliki uang lebih yang bisa kamu gunakan untuk belanja atau membayar pengeluaran yang tidak direncanakan. 

3. Alokasikan Uang Belanja di Satu Tempat

Menggunakan Uang Elektronik

Belanja berbagai keperluan sudah menjadi kebutuhan yang wajar.

Namun, kamu tidak bisa hanya menyimpan uang di bank lalu menariknya ketika ingin membeli sesuatu.

Jika begitu, uang bisa habis tanpa terasa. [Baca: Agar Gaji Tak Lewat Begitu Saja, Ini 4 Tips Atur Gaji untuk Kamu ]

Cara terbaik, perhitungkan biaya belanja bulanan dan kebutuhan lain dalam satu bulan lalu pisahkan uangnya.

Pisahkan uang belanja tersebut, entah itu dalam rekening tertentu atau tarik uang belanja tersebut dan simpan dalam dompet berbeda.

Jika kamu ingin membeli sesuatu, gunakan uang yang sudah kamu alokasikan tersebut.

Dengan begitu, kamu tidak perlu menggunakan uang dari pos pengeluaran lain yang sudah kamu tentukan, termasuk uang di e-wallet milikmu.

4. Manfaatkan Program Promo Seperlunya

Menggunakan Uang Elektronik

Uang elektronik biasanya akan memiliki banyak promo, seperti diskon, cashback, atau reward.

Intinya, promo tersebut bisa menarik perhatian kamu untuk belanja. [Baca: 4 Cara Investasi Emas untuk Kamu yang Masih Mahasiswa ]

Nah, jika kamu menemukan promo ini dalam e-wallet atau kartu uang elektronik yang kamu miliki, jangan langsung tergiur.

Yang paling utama, pertimbangkan apakah kamu membutuhkan barang atau jasa yang ditawarkan.

Jangan sampai kamu membeli barang dengan harga miring, tapi tidak pernah kamu gunakan. 

5. Perlakukan Uang Elektronik Seperti Uang Tunai

Menggunakan Uang Elektronik

Uang yang ada dalam kartu atau e-wallet sebenarnya tidak berbeda jauh dengan uang tunai.

Karena itu, gunakan dengan bijak. 

Selain kamu harus memperhitungkan jumlah saldo yang kamu masukkan, pastikan kamu menggunakannya sesuai dengan tujuan awal.

Bila perlu, catat pengeluaran untuk uang elektronik sama seperti kamu mencatat pengeluaran lain. 

6. Disiplin dalam Penggunaan Uang Elektronik

Menggunakan Uang Elektronik

Jika kamu tidak mau boros dalam menggunakan uang elektronik, kamu harus menggunakannya secara khusus sesuai dengan tujuan pengeluaran.

Disiplinlah dalam pemakaian dan jangan menggunakannya untuk tujuan lain sehingga bisa mengakibatkan keuanganmu menjadi kacau. [Baca: 7 Pertanyaan yang Paling Sering Diajukan Tentang Aplikasi e-mas ]

 

==========

Uang elektronik memang memudahkan, bahkan dengan adanya uang elektronik membeli emas pun bisa lebih mudah.

Jika kamu belum tahu, saat ini kamu sudah bisa membeli emas dalam nominal kecil di aplikasi e-mas.

Aplikasi jual beli emas online ini memungkinkan kamu untuk membeli emas mulai dari Rp100,-an. [Baca: Bagaimana Membeli Emas di e-mas? ]

 

A post shared by e-mas (@emas.apps) on

Emas yang kamu beli akan dititipkan di aplikasi dan dapat kamu ambil saat sudah mencapai berat yang ada di pasaran.

Kamu juga bisa menjual emas yang ada di akunmu dan uang hasil penjualan akan ditransfer ke rekeningmu.

Nah, jika kamu membeli emas melalui aplikasi e-mas yang ada di handphone-mu lalu membayar dengan akun e-wallet milikmu, beli emas tidak memakan banyak waktu!

Sangat cepat dan tidak perlu ribet.

Namun, sekali lagi, lakukan pembelian emas sesuai dengan rencana keuanganmu, ya.

Dengan begitu, kamu bisa berinvestasi untuk masa depan dan tetap memenuhi kebutuhanmu saat ini.

Tagged with:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *