7 Masalah Keuangan Anak Milenial yang Umum Terjadi

Kenali masalahnya lalu perbaiki!
Masalah Keuangan

Pernah memiliki masalah keuangan? Tidak hanya bagi yang sudah berkeluarga atau orang tua yang memiliki masalah keuangan, anak-anak milenial juga mungkin memiliki potensi masalah yang sama, lho. 

Terlebih lagi dengan gaya hidup kekinian yang menuntut banyak uang. 

Anak muda milenial sangat mungkin memiliki masalah dalam keuangan mereka jika tidak dikelola dengan baik. 

Tujuh masalah keuangan ini, misalnya mungkin umum terjadi. Lalu, bagaimana cara mengatasinya? 

1. Gaya Hidup Mahal

Masalah Keuangan

Seperti yang disebutkan dan banyak dirasakan, gaya hidup anak muda saat ini terasa sangat mahal. 

[Baca: Bingung Cara Membagi Uang Gaji? Ikuti Aturan Ini! ]

Mulai dari gaya berpakaian, hobi kulineran, hingga hobi travelling. Belum lagi, kebiasaan jajan kopi setiap hari. 

Semuanya menuntut kamu untuk mengeluarkan uang yang tidak sedikit. 

Jika tidak pandai mengatur pengeluaran uang, gaya hidup tersebut bisa menjadi sumber masalah saat ini atau bahkan di masa depan nanti.

Jadi, bagaimana? Kamu yang sudah merasakan adanya tuntutan gaya hidup tinggi di sekitar lingkungan pekerjaan atau pergaulan, sebaiknya mulai mengevaluasi keuanganmu. 

Ingatkan diri sendiri, untuk tidak terjebak dalam gaya hidup yang tidak sesuai dengan penghasilanmu. 

Tidak mengikuti semua gaya hidup, hobi, dan tren terkini bukan dosa besar, kok. 

Selalu sesuaikan pengeluaran dengan pendapatan dan hindarkan diri dari bangkrut dini karena pengeluaran yang tidak penting.

2. Impulsif dan Konsumtif

Masalah Keuangan

Lihat tas bermerek model terbaru, langsung beli? Ada diskon, langsung beli? 

[Baca: Keuangan Generasi Milenial: Habis untuk Membeli Keinginan? ]

Kamu yang memiliki kebiasaan belanja secara impulsif dan konsumtif seperti tersebut harus mulai mengendalikan diri, nih. 

Jika tidak, kamu bisa mengalami masalah keuangan karena banyaknya pengeluaran. 

Lagi pula, tidak semua barang tersebut kamu butuhkan, bukan? 

Jadi, penting untuk mengubah kebiasaan berbelanjamu untuk keuangan yang lebih sehat.

Untuk menghindari berbelanja secara kalap, sebaiknya buat daftar barang yang dibutuhkan.

Anggarkan sejumlah uang lalu berbelanja berdasarkan daftar tersebut.

3. Mudah Berutang

Masalah Keuangan

Salah satu efek berbelanja secara konsumtif ialah kamu bisa menggunakan berbagai cara untuk membeli keinginan tersebut, termasuk berutang. 

Baik dengan kartu kredit, ataupun berutang dengan cara lain. 

Meski utang tersebut bisa dibayar, memiliki utang bisa menghambat keuanganmu untuk berkembang. 

Dengan adanya utang, kamu mungkin tidak akan bisa menabung atau berinvestasi. 

Jadi, jika bukan karena alasan yang sangat penting dan mendesak, hindarilah berutang. 

Selain itu, juga harus diingat jangan menggunakan kartu kredit secara sembarangan jika tidak memiliki cukup uang untuk membayarnya. 

Kamu bisa terkena masalah jika demikian.

4. Tidak Memiliki Rencana Keuangan

Masalah Keuangan

Terima gaji, lalu menggunakan sekenanya tanpa banyak perencanaan, ada yang begitu?

[Baca: 5 Cara Mengelola Keuangan yang Harus Kamu Mulai dari Sekarang ]

Penggunaan uang yang seperti itu bisa membuat uang kamu habis dengan cepat dan tanpa jejak. 

Pada akhirnya, uang hanya habis untuk berbagai pengeluaran yang tidak memberi banyak keuntungan untuk masa depan.

Oleh sebab itu, ada baiknya mulailah atur penggunaan uang sehari-hari. 

Hitung biaya pengeluaran dalam satu bulan, anggarkan uang, dan pastikan kamu tidak mengeluarkan di luar dari apa yang sudah dianggarkan. 

Dengan begini, keluar dan masuknya uang akan lebih teratur dan kamu juga bisa lebih mudah mengalokasikan untuk berbagai keperluan, termasuk investasi serta dana darurat.

5. Tidak Memikirkan Masa Depan

Masalah Keuangan

Saat masih muda dan sudah memiliki penghasilan, mulailah atur uang untuk kepentingan masa depan. 

Jangan hanya dipakai dan dihabiskan untuk saat ini. 

Jika uang hanya dihabiskan untuk keinginan dan keperluan sekarang, di masa depan nanti kamu bisa mengalami kesulitan keuangan. 

Kamu pastinya ingin tetap bisa mempertahankan gaya hidup saat ini hingga tua nanti, bukan?

Untuk mewujudkannya, kamu perlu mengelola uang dengan baik saat ini dan mengalokasikan sebagian untuk kepentingan masa depan.

6. Tidak Menabung

Masalah Keuangan

Orang-orang sering beralasan tidak bisa menabung karena uang sudah habis untuk belanja ini dan itu. 

[Baca: 4 Jenis Tabungan yang Harus Dimiliki Saat Muda ]

Namun, cara menabung yang baik bukan menunggu sisa uang hasil belanja, melainkan sisihkan uang di awal sebelum uang dibelanjakan. 

Nah, kamu menabung dengan cara yang mana, nih?

Untuk memastikan kamu bisa menabung setiap bulannya, sebaiknya pisahkan sejak awal sebelum uang kamu gunakan untuk keperluan bulanan. 

Dengan begitu, kamu akan memiliki dana darurat atau uang cadangan untuk keperluan mendesak serta dapat membuat keuangan lebih sehat.

7. Tidak Berinvestasi

Masalah Keuangan

Sering kali, tidak punya uang untuk ditabung juga tidak memiliki uang untuk investasi. Apakah kamu juga begitu? 

[Baca: Mudahnya Cara Menggunakan Aplikasi e-mas untuk Jual Beli Emas Online ]

Kamu perlu mengubah kebiasaan ini, nih. Investasi tidak hanya baik untuk sekarang, tapi juga di masa depan. 

Kamu bisa mulai dengan produk investasi yang sederhana dan aman seperti emas batangan.

Emas batangan merupakan produk investasi jangka panjang sehingga cocok untuk investasi masa depan. 

Investasi saat ini juga sudah jauh lebih mudah karena tersedia dalam berbagai produk dan harga. 

Investasi emas batangan, misalnya saat ini sudah bisa dibeli dalam nominal kecil, seperti yang ada di aplikasi e-mas. 

Dengan harga yang lebih terjangkau dan cara yang mudah, tidak ada alasan kamu tidak bisa berinvestasi. 

 

=========

Setelah tahu masalah keuangan yang sering terjadi, kamu bisa mulai memeriksa keuanganmu saat ini dan memperbaikinya. Selamat berjuang untuk keuangan yang lebih sehat!

Tagged with:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *