Keunggulan Investasi Emas Dibanding Produk Investasi Lain

Bandingkan lalu pilih!
investasi emas

Banyaknya pilihan produk investasi tentu menuntut kamu agar lebih berhati-hati dalam menginvestasikan uang.

Kamu tentu tidak ingin uang yang kamu belikan produk investasi dengan harapan mendatangkan keuntungan dan kemudahan di masa depan justru mengakibatkan kerugian, bukan?

Di antara berbagai produk investasi tersebut, kamu mungkin sering mendengar bahwa emas atau logam mulia merupakan investasi yang aman.

Meskipun harga emas fluktuatif, harga emas memiliki kecenderungan naik.

Oleh sebab itu, emas selalu menjadi pilihan mudah bagi banyak orang.

Kini, orang-orang tidak perlu membeli emas batangan sekaligus.

Jika kamu mau membeli emas batangan, tetapi tanpa dana yang besar, kamu bisa membelinya secara bertahap dengan nominal kecil.

Kemudahan seperti itu bisa kamu temukan pada aplikasi e-mas.

Aplikasi e-mas merupakan aplikasi yang memudahkan orang untuk bertransaksi emas secara online dengan harga beli emas dimulai dari Rp100,-an.

[Baca: Bagaimana Membeli Emas di E-mas? ]

A post shared by e-mas (@emas.apps) on

Nah, tentunya kelebihan investasi pada emas tidak akan terlihat jika kamu tidak membandingkannya dengan produk investasi lain.

Seperti apa keunggulan investasi emas jika dibandingkan dengan produk investasi lain?

1. Investasi Emas vs. Deposito

investasi emas atau deposito

Selain emas, deposito juga dianggap instrumen investasi yang menarik karena memberikan bunga yang lebih besar dibanding tabungan biasa.

Dalam jangka waktu tertentu, tabunganmu akan bertambah berkat bunga bank yang diberikan.

Namun, jika kamu memperhitungkan risiko inflasi Rupiah, kamu mungkin akan memikirkan ulang untuk memilih deposito.

Dalam lima tahun belakang ini, Rupiah telah kehilangan 42% nilainya yang artinya sekitar 8% per tahun.

Hal ini juga berarti nilai depositmu harus lebih dari 8% per tahun jika ingin mengalahkan nilai Rupiah yang terus menurun.

Sementara emas batangan, memiliki angka pertumbuhan sekitar 30% per tahun.

Sekalipun mengalami harga yang naik turun, emas tahan inflasi dan harganya cenderung naik.

[Baca: 5 Alasan Kamu Perlu Berinvestasi Emas ]

2. Investasi Emas vs. Reksa Dana

reksa-dana

Dengan nilai Rupiah yang terus menurun, Jakarta Composite Index masih memiliki atmosfer yang sehat bagi para investor.

Jadi, berinvestasi reksa dana atau saham bukanlah ide yang buruk.

Kesulitan terletak pada susahnya mencari dan memilih saham yang benar-benar menguntungkan.

Jika memilih saham yang tidak tepat, kamu tentu saja bisa mengalami kerugian.

[Baca: 7 Kesalahan yang Harus Kamu Hindari Saat Mulai Berinvestasi Emas ]

Jika berinvestasi emas, kamu hanya perlu memastikan kamu membelinya di tempat yang terpercaya dengan kadar emas 99,99% dan disertai sertifikat.

Adanya sertifikat akan membuat kamu mudah untuk menjualnya kembali.

Kamu juga bisa menjualnya kapan pun tanpa banyak peraturan atau proses yang rumit.

3. Investasi Emas vs. Bitcoin

bitcoin

Nama bitcoin mulai naik daun dalam empat atau tiga tahun belakang ini.

Bitcoin merupakan mata uang online yang menjadi fenomena dalam dunia finansial dan investasi karena kenaikan nilainya yang fantastis.

Namun, bitcoin sendiri masih terbilang baru dan tidak semua orang memahami cara kerjanya.

Bitcoin juga masih mungkin mengalami perkembangan atau perubahan.

Selain itu, tidak ada yang bisa menjamin bitcoin tidak akan terpengaruh jika terjadi krisis ekonomi seperti yang terjadi di tahun 2008.

Hal ini tentu berbeda dengan emas yang telah lama digunakan masyarakat sebagai produk investasi atau alat tukar.

Tidak diperlukan penjelasn yang rumit pula jika kamu ingin memulai investasi emas.

[Baca: Baru Mulai Investasi? Ini 3 Hal yang Harus Kamu Ketahui ]

 

==========

Dari penjelasan di atas, apakah kamu tertarik berinvestasi emas?

Jika iya, mulailah sekarang, tapi tentunya setelah kamu melihat harga emas hari ini, ya!

Tagged with:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *