Seperti Apa Kebiasaan Belanja Tiap Generasi?

Kebiasaan Belanja

Kebiasaan belanja setiap orang pastinya berbeda. Tidak hanya tiap orang yang berbeda, tiap generasi pun tidak sama. 

Kebiasaan dan karakteristik belanja kamu dan ibu kamu bisa saja berbeda dan semakin jauh perbedaannya karena kalian berasal dari dua generasi yang jauh jaraknya.

Generasi kamu sudah mengenal teknologi dan setiap aktivitas belanja pun mungkin tidak jauh dari kegiatan online. Saat ini, beli apa pun bisa melalui situs belanja online dan cukup menggunakan ponsel.

Sementara ibu kamu, belum tentu mahir dengan semua proses belanja di toko online tersebut. Jangankan mahir, membuat dan mengirim pesan pun mungkin masih sulit beradaptasi. 

Dengan adanya perbedaan masa dan keadaan saat tumbuh inilah yang menyebabkan adanya perbedaan dalam hal kebiasaan belanja. Kamu yang ingin membuka usaha perlu menyiapkan target yang jelas nih karena setiap generasi memiliki karakteristiknya sendiri.

Saat ini, setidaknya ada empat generasi yang sudah dikenali dengan karakter yang berbeda, yakni Baby Boomers, Gen X, Gen Y (Milenial), dan Gen Z. Setiap generasi unik dengan perspektif dan kecenderungan belanja yang berbeda.

Seperti apa perbedaannya?

Kebiasaan Belanja Generasi Baby Boomers (1946-1964)

Kebiasaan Belanja

Untuk generasi ini, kenyamanan dalam berbelanja merupakan yang utama. 

[Baca: 5 Tip Merapikan Keuangan yang Bisa Kamu Dapatkan dari Marie Kondo]

Dikutip dari salesfloor.net, generasi Boomer terlalu stres untuk pergi berbelanja. Data menunjukkan, 27% responden dari generasi ini tidak setuju dengan pernyataan berbelanja adalah cara yang bagus untuk menenangkan diri.

Mereka juga bukan tipe pembeli yang senang menjelajah atau mengelilingi toko untuk membeli sesuatu. Dengan kemampuan finansial yang cukup baik, generasi ini bisa langsung membeli tanpa harus melakukan tawar menawar di toko.

Walau tak suka menjelajah toko, generasi Boomers ternyata sangat nyaman menjelajah dan belanja online. Sejumlah 85% dari responden Boomers disebutkan mencari tahu tentang produk menggunakan mesin pencari. 

Mereka juga tidak ragu untuk membeli barang secara online dan data menunjukkan 66% di antaranya melakukan pembelian via website.

Meski begitu, generasi ini sebenarnya tetap lebih menyukai proses membeli secara langsung. Data menyebutkan 84% generasi Boomer, tertinggi dibanding generasi lainnya, menunjukkan keinginan mereka untuk berbelanja langsung di toko.

Sementara sebesar 67% data menyebutkan jika barang yang ingin mereka beli tersedia di toko terdekat atau online, mereka akan lebih memilih membeli langsung di toko daripada memesannya secara online.

Generasi ini juga sangat menitikberatkan pada layanan yang bisa diberikan oleh sebuah toko atau brand. Seperti yang disebutkan, generasi ini sangat mengutamakan kenyamanan. Jadi, mereka akan mengapresiasi cukup tinggi pada sebuah brand jika memiliki interaksi yang baik dengan customer service atau sales associates brand bersangkutan.

Kebiasaan Belanja Generasi X (1965-1980)

Kebiasaan Belanja

Berada di antara Baby Boomers dan Milenial, generasi X sering disebut juga sebagai “anak tengah”. Salah satu kendalanya yang sering dihadapi dengan generasi ini ialah generasi X cenderung membeli secara konservatif dibanding generasi lainnya. 

[Baca: Begini Cara yang Tepat Mengelola Keuangan Berdasarkan Tipe Kepribadian]

Mereka juga tidak mudah dirayu dengan berbagai iklan dan strategi marketing lainnya. Mereka akan percaya pada suatu produk setelah melihat bukti penggunaan dan kepraktisan barang tersebut.

Mereka akan melakukan riset secara menyeluruh dan menggunakan mesin pencari untuk mengetahui review online, serta media sosial sebelum melakukan pembelian. 

Jika ada keraguan apa pun itu mengenai produk, mereka akan mudah memutuskan untuk tidak membeli. Generasi ini juga lebih menyukai penjelasan yang jujur mengenai suatu produk. 

Oleh sebab itu, siapa pun yang menargetkan generasi X sebagai pasar utama mereka harus bisa membuat produk atau jasa dapat diakses secara online. Pebisnis perlu mengoptimalkan penggunaan SEO sehingga memudahkan generasi X saat melakukan riset. Selain itu, pastikan brand kamu aktif di media sosial untuk menunjukkan image yang personable.

E-mail juga dapat digunakan untuk memasarkan produk pada generasi ini karena generasi X mengecek email mereka secara rutin. Mereka juga akan merespons lebih baik pada sebuah penawaran berdasarkan pembelian yang mereka lakukan sebelumnya. 

Seperti halnya Baby Boomers, mereka juga mengandalkan customer service untuk brand loyalty. Generasi X menilai store associate sebagai orang yang bisa mengerti mereka sebagai pelanggan dan memberikan pilihan serta solusi terbaik untuk pembelian yang akan mereka lakukan.

Kebiasaan Belanja Generasi Y atau Milenial (1981-1997)

Kebiasaan Belanja

Milenial bisa dibilang menggunakan internet hampir di seluruh aspek kehidupan mereka. Entah itu untuk media sosial, riset, atau belanja. Meski begitu mereka juga termasuk “pengguna segala cara”. Mereka akan memanfaatkan berbagai cara yang tersedia untuk berbelanja. 

[Baca: 7 Tanda Keuangan Pribadi Bermasalah yang Harus Segera Diatasi]

Kenyataannya, milenial muda (di bawah 25 tahun) cenderung membeli di toko langsung dibanding milenial yang lebih tua (32-35 tahun) yang lebih suka berbelanja secara online. Sementara jika mereka berbelanja sesuatu secara langsung atau online, mereka lebih mungkin untuk berbelanja ketika mereka di toko daripada secara online.

Selain itu, meski saat ini sudah banyak toko belanja online dan opsi pembelian yang bisa membuat Milenial lebih selektif saat berbelanja, para Milenial sebenarnya lebih suka menjelajah produk berbagai merek dibandingkan menentukan pilihan dan membelinya. 

Karakteristik lainnya dari Milenial ialah menganggap belanja sebagai sebuah aktivitas sosial dan hal ini membedakannya dari generasi yang lebih tua. 

Berbeda dengan Baby Boomers, riset menunjukkan milenial menikmati kegiatan belanja dan menganggapnya sebagai kegiatan yang menyenangkan. Bagi mereka juga, belanja merupakan kegiatan yang harus dibagi dengan teman atau keluarga.

Riset juga menunjukkan milenial berbelanja bersama orang lain setidaknya separuh waktu dan 60% mempertimbangkan saran dari teman-teman mereka ketika memutuskan apa yang ingin dibeli. 

Namun tidak hanya main ke mal, 68% milenial juga dipengaruhi oleh posting-an media sosial dan 84% di antaranya juga mengatakan konten untuk pengguna setidaknya memengaruhi apa yang akan mereka beli.

Juga harus diingat, media sosial memainkan peran yang sangat penting untuk milenial dalam proses belanja mereka. Walau milenial menghargai saran keluarga dan teman, mereka tetap mencari review pengalaman pengguna lain. 

Milenial bahkan cenderung mengandalkan review pengguna lain di situs toko yang bersangkutan dibandingkan review orang-orang yang mereka kenal.

Kebiasaan Belanja Generasi Z (1998-2010)

Kebiasaan Belanja

Generasi Z merupakan generasi digital yang tidak mengetahui masa-masa sebelum internet ada dan karenanya internet menjadi bagian penting dalam proses belanja mereka. 

Generasi Z menggunakan internet untuk membandingkan harga, gaya, ketersediaan, dan rating produk sebelum belanja. 

Karena ahli membandingkan harga, generasi ini juga lebih selektif ketika berbelanja. Mereka sering kali membeli produk hanya ketika sedang ada sale

Meski sangat mengandalkan internet, generasi ini juga menyukai belanja di toko layaknya milenial. Sejumlah 84% di antara generasi Z bahkan merencanakan kegiatan belanja mereka di toko. Mereka akan membuat daftar keinginan dan kebutuhan yang harus dibeli sebelum mengunjungi toko bersama teman.

Seperti halnya generasi Y, generasi Z juga berkontribusi untuk brand dengan memberikan komentar secara online. Survei bahkan menunjukkan 40% dari generasi Z memberikan review online sangat sering yang akhirnya mendorong orang lain yang segenerasi dengan mereka membeli produk tersebut. 

Dengan kebiasaan ini, pelanggan generasi Z yang membagi konten mengenai sebuah produk bisa dengan mudah dianggap sebagai unofficial brand ambassadors

Namun, siapa yang menyangka generasi Z ternyata masih lebih suka belanja di toko daripada online. Sebagian di antara mereka memang nyaman berbelanja secara online, tapi mereka lebih memilih belanja secara langsung karena dengan begitu tidak membuat mereka menunggu lama untuk menerima barang. 

Karena itu juga, membeli secara online dan mengambilnya langsung di toko sangat menarik untuk generasi ini.

Tagged with:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *