Apa Saja Jenis Investasi Safe Haven? Ini Jawabannya

Sudah punya produk investasi safe haven?
Investasi Safe Haven

Pernah dengar istilah investasi safe haven? Jika masih awam seputar investasi, kamu mungkin jarang mendengar istilah ini. Namun, bagi orang yang berpengalaman, memiliki produk investasi safe haven merupakan salah satu hal yang cukup penting.

Safe haven sendiri bisa diartikan sebagai tempat pelarian atau perlindungan saat keadaan tidak aman. Jika dikaitkan dengan investasi dan keuangan, safe haven adalah aset yang dianggap aman saat keadaan ekonomi atau geopolitik tidak menentu.

Instrumen investasi safe haven dianggap aman karena umumnya memiliki tingkat risiko yang rendah. Dalam periode ketidakpastian keadaan ekonomi dan geopolitik, instrumen safe haven bisa mempertahankan atau bahkan meningkatkan nilainya.

Nah, kira-kira produk investasi apa saja yang termasuk ke dalam safe haven? Ini dia beberapa contohnya.

Savings Bond Ritel (SBR)

Investasi Safe Haven

Pemerintah melalui Kementerian Keuangan belum lama ini kembali melakukan penjualan Surat Uang Negara (SUN) ritel. SBR sendiri merupakan salah satu SUN dan khusus ditawarkan untuk perseorangan warga negara Indonesia.

Sesuai dengan namanya, SBR memiliki sifat yang mirip dengan tabungan atau deposito bank. SBR ini dapat dibeli pada masa penawaran kemudian disimpan hingga waktu jatuh tempo yang biasanya berkisar selama dua tahun. 

Pemilik SBR akan mendapat kupon atau bunga sebagai imbal hasil yang dibayarkan satu bulan sekali. Besarnya nilai kupon bisa tetap dari awal atau berubah mengikuti acuan. Nanti setelah masa berlaku SBR habis, SBR akan jatuh tempo dan uang pemilik SBR akan dikembalikan seluruhnya oleh pemerintah.

Treasury Bills (T-Bills)

Investasi Safe Haven

Treasury Bills (T-Bills) merupakan obligasi jangka pendek yang dijamin oleh pemerintah Amerika Serikat (AS). T-Bills dianggap bebas risiko karena setiap pokok yang diinvestasikan akan dilunasi oleh pemerintah ketika jatuh tempo. 

T-Bills memiliki jatuh tempo yang kurang dari satu tahun, seperti satu bulan, tiga bulan, atau enam bulan. Orang yang berinvestasi T-Bills tidak akan mendapat bunga. 

T-Bills dijual lebih murah dari nominal sebenarnya sehingga investor akan mendapat keuntungan dari selisih harga beli dan nominal saat T-Bills jatuh tempo.

Franc Swiss

Investasi Safe Haven

Mata uang asing juga bisa menjadi investasi safe haven, salah satunya mata uang negara Swis, Franc. Franc dianggap sebagai safe haven karena stabilnya sistem pemerintahan serta keuangan negara tersebut.

[Baca: 7 Negara dengan Cadangan Emas Terbesar di Dunia ]

Selain sistem pemerintahan dan ekonomi yang stabil, tingkat inflasi Swis juga rendah. Selain itu, Swis juga terkenal dengan industri perbankan yang besar, aman, dan stabil. 

Hampir tidak ada pengangguran, angka neraca perdagangan positif, dan volatilitas rendah. Semua kondisi tersebut semakin menguatkan Franc Swis sebagai safe haven.

Yen Jepang

Investasi Safe Haven

Selain Franc Swis, investor juga percaya Yen Jepang sebagai safe haven. Goldman Sachs Group, Inc pada 2017 juga menobatkan Yen Jepang sebagai mata uang paling aman di dunia yang diikuti oleh Franc Swis dan Dollar AS.

Seperti halnya Franc Swis, Yen Jepang dianggap sebagai safe haven juga karena kondisi pemerintahan dan perekonomian di negara tersebut yang stabil. 

Jepang merupakan negara eksportir dengan produk ekspor bervariasi yang membuat pendapatan negara lebih stabil. Jepang juga merupakan pemegang terbanyak kedua surat utang AS setelah China. 

Stabilitas di negara tersebut juga diperkuat oleh dukungan warganya yang rela membeli surat utang negara meski dengan keuntungan yang rendah. Mereka juga akan menarik uang yang diinvestasikan di luar negeri untuk menjaga nilai Yen saat pasar lemah.

Saham Defensif

Investasi Safe Haven

Saham defensif yang termasuk safe haven misalnya perusahaan perlengkapan rumah, perawatan kesehatan, makanan, dan utilitas. Saham defensif cenderung lebih kuat karena tingginya permintaan terhadap barang-barang tersebut.

[Baca: Sudahkah Kamu Memiliki Kebebasan Finansial? ]

Dalam keadaan pasar yang sulit, tidak bisa dipungkiri orang-orang akan tetap membeli produk kesehatan, makanan, atau peralatan rumah tangga. Semua produk tersebut merupakan produk dasar yang penting untuk menunjang kehidupan.

Oleh sebab itu, perusahaan-perusahaan yang beroperasi di sektor tersebut akan mampu bertahan dalam keadaan keadaan pasar yang sulit. Perusahaan juga biasanya akan mempertahankan nilai mereka karena investor meningkatkan permintaan untuk jenis saham ini.

Emas Batangan

Investasi Safe Haven

Emas batangan sudah terkenal sebagai safe haven cukup lama dan sangat familiar di masyarakat Indonesia. Logam mulia ini memiliki harga yang tinggi dan semakin berharga karena persediaannya yang semakin sedikit.

[Baca: Mitos Seputar Investasi Emas & Kebenarannya yang Perlu Kamu Tahu ]

Kelebihan emas batangan, nilainya tahan terhadap inflasi dan deflasi. Saat situasi pemerintahan atau geopolitik tidak menentu, orang akan beramai-ramai membeli emas untuk mengamankan uang mereka. 

Karena emas selalu menjadi pilihan selama bertahun-tahun dan nilainya yang tetap tinggi, menguatkan posisinya sebagai safe haven dan alternatif yang aman di saat kondisi sosial politik yang memburuk. 

Perak

Investasi Safe Haven

Selain emas batangan, logam mulia lain yang juga bisa menjadi safe haven ialah perak. Perak memiliki karakteristik yang mirip dengan emas dan bahkan memiliki kenaikan harga yang lebih tinggi dibandingkan emas.

Sama dengan emas, ketersediaan perak juga semakin langka di dunia. Kelangkaan tersebut bisa membuat harga perak semakin tinggi dan dengan begitu menjadikannya sebagai alternatif safe haven yang menjanjikan di masa depan.

Properti & Tanah

Investasi Safe Haven

Seperti banyak diketahui, harga rumah dan tanah kini semakin mahal. Harga properti dan tanah bisa dibilang selalu mengalami kenaikan setiap tahunnya, terutama di kawasan Jabodetabek. Hal inilah yang membuatnya sebagai investasi yang aman.

Selain itu, seperti makanan dan pakaian, rumah merupakan kebutuhan utama bagi masyarakat. Jika jual beli rumah sulit dilakukan, minimal rumah bisa disewakan dan tetap bisa menjadi sumber pemasukan setiap bulan atau tahunnya.

Tagged with:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *