Jenis Investasi yang Bisa Kamu Pilih di Era New Normal

Kapan mau mulai investasi?
Jenis Investasi

Pilih jenis investasi yang tepat di era new normal!

Keadaan ekonomi barangkali akan segera membaik di era new normal ini. Walau akan kembali secara bertahap, ini merupakan momen yang tepat untuk kembali menyusun langkah investasimu.

Lalu, investasi di era new normal berbeda dengan sebelumnya? Pilihan mungkin sama, yang membedakannya ialah kesesuaian produk investasi tersebut dengan keadaan baru di new normal. 

Nah, jenis investasi apa saja yang bisa kamu pilih?

Pilih Emas Batangan untuk Jenis Investasi Jangka Panjang

Jenis Investasi

Sebelum memasuki era new normal, harga emas terus mengalami kenaikan. Hal ini disebabkan oleh banyaknya orang-orang beralih membeli emas. Mereka melakukannya demi menghindari dan mengantisipasi keadaan ekonomi yang bisa saja memburuk kapan pun karena adanya wabah virus corona di seluruh dunia.

Sekarang, harga emas hari ini (9/6/20) berada di level Rp875.000 per gram, turun Rp1.000 dibandingkan hari sebelumnya. Harga emas hari ini meski masih tinggi sudah mengalami penurunan jika dibandingkan dengan harga emas bulan sebelumnya.

Di bulan April, harga emas sempat mencapai rekor baru, yakni Rp944.000 per gram (3/4/20). Harga emas memang terus mengalami fluktuasi hingga hari ini berada angka Rp800 ribuan.

Angka mungkin masih akan terus mengalami naik dan turun. Namun, mengingat banyaknya berita baik dan ekspektasi akan membaiknya keadaan ekonomi, permintaan emas bisa saja menurun. Hal ini akan menyebabkan harga emas bisa kembali turun dari level sebelumnya.

Meski begitu, perencana keuangan, Eko Endarto dari Finansia Consulting dikutip dari tempo.com menyebutkan, pilihan emas batangan sebagai investasi masih cukup bagus.

Hal ini karena keadaan secara makro masih bermasalah dan orang-orang masih membutuhkan produk safe haven. Oleh sebab itu, dia menganjurkan agar masyarakat tidak menjual habis emas miliknya karena bagaimanapun dalam keadaan bermasalah orang masih membutuhkan emas.

Bisa Pilih Investasi Berisiko Tinggi 

Jenis Investasi

Jika sebelumnya orang-orang menghindari jenis investasi berisiko tinggi, kini orang-orang bisa mulai memilih kembali produk investasi risiko tinggi yang mereka inginkan. 

Produk investasi berisiko tinggi memang termasuk jenis investasi yang menguntungkan karena biasanya memberi timbal balik dengan nilai besar. Namun, seperti besarnya keuntungan yang didapat, risiko yang mengancam pun tidak kecil. 

Oleh sebab itu, dalam masa krisis dan keadaan ekonomi yang tidak menentu, kebanyakan orang akan menghindari jenis investasi ini. Nah, kini kamu bisa mulai kembali berinvestasi di produk berisiko tinggi seperti dua contoh di bawah ini.

Saham

Masih menurut Eko Endarto, kegiatan bisnis yang mulai kembali berjalan normal akan memberikan peningkatan ekonomi atau setidaknya pertumbuhan yang memengaruhi produk investasi.

Dalam situasi ini, menurutnya, orang-orang bisa kembali mulai berinvestasi di berbagai jenis investasi berisiko tinggi, seperti saham. Namun, menurutnya transisi investasi dari instrumen berisiko rendah ke instrumen berisiko tinggi harus dilakukan secara bertahap dan juga harus tetap memperhatikan situasi terkini.

Senada dengan ini, saham banyak menjadi pilihan para investor di awal bulan ini. Dikutip dari cnbcindonesia.com, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada periode 20-29 mei 2020 menguat 207,66 poin atau 4,57%. Sementara, perdagangan pada Selasa (2/6/20) mengalami lonjakan 93,89 poin atau hampir 2%.

Reksa Dana

Reksa dana juga merupakan salah satu jenis investasi yang memiliki risiko tinggi. Namun, bukan berarti semuanya. Reksa dana memiliki variasi kelas aset dengan tingkat risiko yang berbeda, mulai dari yang konservatif hingga agresif.

Oleh sebab itu juga, reksa dana cocok untuk kamu yang pemula di bidang investasi. Kamu bisa menyesuaikan pilihan instrumen investasi dengan profil risiko dan kebutuhan investasi kamu.

Untuk reksa dana tingkat risiko yang rendah, kamu bisa mencoba reksa dana pasar uang yang juga bersifat likuid atau bisa dicairkan kapan saja. Reksa dana ini juga merupakan salah satu jenis investasi jangka pendek.

Selain itu, karena sifatnya yang likuid bisa menjadi tempat untuk kamu menyimpan dana darurat. Selama masa pandemi dan new normal ini, kamu harus tetap mengumpulkan dana darurat dan sebisa mungkin haruslah likuid.

Lalu, ada pula reksa dana pendapatan tetap dan reksa dana saham dengan tingkat risiko yang tinggi. Risiko yang tinggi bisa membawa kerugian besar, tapi jika melakukannya dengan langkah tepat bisa menghasilkan keuntungan yang besar pula.

  

Investasi memang baik dan dianjurkan untuk dilakukan. Namun, ingat sebelum memulainya, pastikan terlebih dahulu dana kebutuhan sehari-hari sudah terpenuhi terutama di masa transisi dan new normal ini.

Jangan sampai kamu berinvestasi, tapi kesulitan dengan biaya sehari-hari. Selain itu, new normal bukan berarti keadaan sudah sepenuhnya normal. Tidak ada yang bisa memastikan new normal akan berhasil atau gagal.

Jadi, kamu perlu mewaspadai seandainya keadaan kembali memburuk dengan mengambil langkah investasi yang penuh pertimbangan.

Tagged with:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *