Tidak Ada Kata Terlambat! Ini Tips Investasi untuk Pemula Berdasarkan Usia

Sudah mulai investasi?
Investasi untuk Pemula

Investasi untuk pemula kadang memang tidak mudah. Namun, investasi merupakan hal penting meskipun kamu memulainya di usia yang sudah tidak muda. Keuntungannya di masa depan bisa sangat membantu kamu dalam mewujudkan keinginan dan kebutuhan hidup.

Jadi, berapa pun usiamu jangan ragu untuk berinvestasi. Jika di usia yang muda saja kamu sering kali ragu untuk berinvestasi, apalagi di usia yang sudah matang. Kenapa begitu? Karena saat itu, kebutuhan dan tanggunganmu bisa saja sudah lebih banyak. Dengan begitu, risiko yang dihadapi bisa lebih besar.

Nah, tips investasi untuk pemula ini bisa membantu kamu untuk tidak ragu memulai!

Umur Kepala Dua

Investasi untuk Pemula

Usia 20 tahun-an bisa menjadi awal kamu mengenali keuangan dan belajar mengelola uang dengan lebih baik. Jadi, di usia ini sangat umum jika kamu mungkin belum memiliki banyak keberanian untuk mencoba berbagai investasi.

Di usia ini, dana juga bisa habis untuk memenuhi kebutuhan dan keinginanmu. Jadi, tidak banyak yang tersisa untuk diinvestasikan. Namun, di sisi lain, usia 20 tahun-an juga menjadi kesempatan emas untuk memulai investasi karena belum adanya tanggung jawab untuk mendanai siapa pun.

Jadi, di usia ini kamu perlu belajar mengelola uang dan menggunakan uang sesuai dengan kebutuhan. Dengan begitu, uang bisa disiapkan untuk investasi. Pilihan investasi untuk anak muda di usia ini juga sangat beragam.

Investasi untuk pemula seperti kamu bisa dimulai dengan investasi yang rendah risiko dengan jangka pendek atau menengah. Kamu bisa memulai dengan instrumen investasi yang aman bagi pemula, seperti logam mulia, reksa dana, deposito, tabungan berjangka, atau obligasi.

Jika memungkinkan, alokasikan dana untuk investasi sebesar 50 persen hingga 70 persen karena di usia ini belum banyak tanggung jawab yang kamu miliki. Jadi, uang bisa diinvestasikan di banyak produk dengan berbagai peruntukan, seperti untuk dana menikah, hari tua, atau naik haji.

Umur Kepala Tiga

Investasi untuk Pemula

Di usia 30 tahun ke atas, kamu seharusnya sudah lebih baik dalam mengelola uang karena seharusnya kamu sudah lebih dewasa dan matang dalam berpikir. Minimal, kamu sudah mulai menabung untuk kebutuhan atau hari tua. 

Namun, di usia ini kebutuhan juga bisa saja sudah meningkat. Apalagi jika kamu sudah berkeluarga dan memiliki anak. Kamu tentunya harus memikirkan biaya bulanan rumah, biaya pendidikan anak, dan di saat bersamaan biaya pensiun dan hari tua.

Jadi, jika kamu melakukan investasi di usia ini, cobalah memulai investasi dengan tujuan yang jelas, seperti untuk dana pendidikan, dana membeli rumah, atau hari tua. Sesuaikan dengan tujuan, kamu bisa memiliki produk investasi jangka panjang atau menengah.

Jangan lupa, sesuaikan juga produk investasi dengan tingkat risiko yang kamu miliki. Apakah kamu termasuk yang tidak khawatir dengan kerugian besar atau yang berani menghadapi risiko? Karena semakin besar nilai investasi, risiko yang dihadapi juga bisa lebih besar.

Kamu bisa memulai investasi dengan memisahkan 30 persen hingga 50 persen dari pendapatan. Produk investasi yang dipilih di antaranya saham, properti, reksa dana, logam mulia, atau obligasi.

Umur Kepala Empat

Investasi untuk Pemula

Saat sudah memasuki usia kepala empat, kamu seharusnya sudah mulai merencanakan masa pensiun dengan matang. Jika dana pensiun belum disiapkan dari umur 20 tahun atau 30 tahun, kamu harus memulainya di usia ini.

Jika pensiun usia 65 tahun, kamu masih bisa mengumpulkan uang paling lama 25 tahun atau setidaknya sepuluh hingga lima belas tahun sebelum pensiun. Nah, untuk mendapatkan nilai uang yang cukup besar, mulailah berinvestasi.

Kenapa begitu? Karena tabungan saja tidak akan cukup untuk mencapai target dana pensiunmu. Terlebih lagi, nilai uang bisa meningkat setelah kamu pensiun dan itu artinya kamu perlu menyiapkan uang lebih banyak.

Jika kamu ingin investasi dengan tingkat menengah, bisa mencoba obligasi atau reksa dana pendapatan tetap. Sebaliknya jika berani mengambil risiko, kamu bisa mencoba berinvestasi saham. Meski risiko besar, jika dilakukan dengan pertimbangan yang tepat, kamu bisa mendapatkan keuntungan yang besar pula.

Umur Kepala Lima

Investasi untuk Pemula

Menjadi investor pemula di usia ini mungkin bukan hal yang mudah karena kamu sudah semakin dekat dengan pensiun atau bahkan sudah pensiun. Dana yang diinvestasikan bisa jadi untuk dana pensiun. Namun, jika gagal, kamu bisa kehilangan dana pensiunmu.

Meski begitu, jangan takut untuk mencoba. Investasi untuk pemula bisa selalu disesuaikan dengan tingkat risiko yang kamu punya. Memasuki usia pensiun, kamu membutuhkan uang tunai. Jadi, jangan investasikan semua uangmu. 

Selain itu, kamu bisa memilih investasi jangka pendek atau menengah, seperti peer to peer lending. Dalam jangka waktu yang tidak terlalu panjang, kamu bisa mendapatkan untung yang berguna untuk masa pensiun.

Nah, jika sebelumnya sudah berinvestasi sewaktu muda, kamu bisa mengalihkan dana tersebut menjadi uang tunai untuk membiayai kebutuhan sehari-hari. Sisanya, investasikan di produk dengan tingkat risiko yang tidak terlalu tinggi, seperti deposito, logam mulia, atau obligasi.

Saat memasuki usia pensiun, kamu perlu memastikan uang yang kamu investasikan bisa dicairkan dengan mudah. Hal ini karena kamu mungkin akan memiliki kebutuhan mendadak yang memerlukan dana besar. Jadi, selain memiliki uang tunai sebagai uang cadangan, pastikan produk investasi yang dipilih mudah diuangkan kembali.  

==========

Akan lebih baik jika kamu sudah sadar investasi sedari muda. Kamu lebih punya banyak waktu untuk belajar dan mengembangkan uang. Namun, seperti yang disebutkan, berapa pun usia sekarang, kamu selalu memiliki kesempatan untuk berinvestasi.

Jadi, segera mulai!

Tagged with:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *