Hindari 5 Kesalahan Ini Agar Kamu Tidak Menjadi Korban Penipuan e-Wallet

Jaga keamanan akun e-wallet kamu!
Penipuan e-Wallet

Contoh kasus penipuan bisa dibilang hampir tidak pernah hilang. Dengan maraknya e-wallet saat ini, penggunanya pun menjadi sasaran penipuan e-wallet. Milenial dan pengguna e-wallet pada umumnya perlu berhati-hati, nih dalam bertransaksi.

Saat ini, ada banyak jenis e-wallet yang bisa digunakan dalam satu waktu sehingga memperbesar kemungkinan seseorang bisa menjadi korban. Selain itu, tidak menutup kemungkinan masih banyak cela yang bisa dimanfaatkan pelaku untuk melakukan penipuan.

Berbagai kasus penipuan yang sudah ada bisa menjadi pelajaran sekaligus meningkatkan kehati-hatian ketika bertransaksi. Dari kasus yang sudah ada juga, kamu bisa tahu kesalahan apa saja yang perlu dihindari agar tidak menjadi korban selanjutnya. Kesalahan seperti di bawah ini contohnya.

1. Membagikan Kode Verifikasi Akun 

Penipuan e-Wallet

Langkah keamanan satu ini sering sekali ada dalam setiap tindakan pencegahan. Namun, meski banyak orang tahu membagikan kode apa pun terkait akun dilarang, tetap masih ada orang yang bisa membagikan kode OTP, verifikasi, PIN, atau password akun. 

[Baca: 6 Tips Keamanan Bertransaksi di Aplikasi e-mas ]

Kita mungkin tidak tahu pasti alasan mereka membagikan kode atau password milik mereka. Namun tetap ingat, tidak membagikan kode verifikasi akun merupakan langkah penting untuk mengamankan akun milikmu.

Jadi, meski dalam keadaan panik, selalu ingat kode verifikasi hanya kamu yang boleh tahu. Keluarga, teman, apalagi orang asing tidak boleh sampai tahu karena jika tahu, mereka akan memiliki akses ke akunmu. Jika sudah bisa masuk ke akun, mereka bisa melakukan apa saja yang akan merugikan kamu secara finansial dan sosial.

2. Meladeni Telepon Orang yang Tidak Dikenal

Penipuan e-Wallet

Pelaku sering kali menelepon untuk memulai aksi mereka. Meski mengangkatnya tidak masalah, meladeni dan mempercayai apa yang mereka katakan bukan langkah yang baik. 

[Baca: 3 Fitur Keamanan yang Bisa Kamu Manfaatkan di Aplikasi e-mas ]

Awalnya, kamu mungkin percaya karena mereka mengaku dari pihak e-wallet yang bersangkutan atau pihak yang berwenang lainnya. Namun, jika kamu diminta untuk ke ATM, membacakan kode verifikasi, atau menanyakan saldo milikmu, kamu perlu curiga.

Sampai di situ, jangan lagi meladeni apalagi mengikuti perintah yang diberikan. Kamu bisa saja bertambah panik dan mengambil tindakan tanpa dipikir panjang yang akhirnya bisa merugikan. Ingat, kesalahan transaksi yang disebabkan oleh pengguna tidak akan ditanggung oleh perusahaan yang bersangkutan. 

3. Tergiur Hadiah atau Pinjaman Tunai

Penipuan e-Wallet

Siapa yang tidak mau hadiah? Karena tahu orang-orang akan lebih mudah percaya jika diiming-imingi oleh hadiah atau bantuan, pelaku penipuan menjadi lebih mudah membohongi korbannya.

[Baca: 5 Tip Merapikan Keuangan yang Bisa Kamu Dapatkan dari Marie Kondo ]

Oleh sebab itu, jika ada yang menelepon, SMS, kirim email dan mengaku dari pihak perusahaan dan mengatakan kamu menang sejumlah hadiah, jangan terlalu senang. Lebih baik, lakukan pemeriksaan terlebih dahulu dengan menelepon customer service atau bertanya di akun media sosial perusahaan.

Kamu juga perlu curiga jika mendapat hadiah dalam jumlah uang yang besar, padahal transaksi yang kamu lakukan biasa-biasa saja. Jika diminta untuk mentransfer sejumlah uang terlebih dahulu untuk mengambil hadiahnya, kamu juga perlu waspada. Intinya, jangan mudah terbawa emosi sehingga mengabaikan rasa curiga kamu.

4. Terburu-buru dalam Bertindak

Penipuan e-Wallet

Dalam beberapa kasus penipuan, korban dibuat panik oleh pelaku. Dengan begitu, kamu akan sulit mendengarkan orang di sekitarmu dan bertindak tanpa berpikir panjang. Setelah uang habis, kamu baru sadar apa yang terjadi.

Meski sulit berusaha tenang dalam situasi seperti itu, minimal usahakan jangan bertindak terburu-buru. Jangan mudah mengikuti apa yang pelaku minta kamu lakukan apa pun alasannya. 

Juga ingat, usahakan selalu tanyakan ke tim dan pihak resmi perusahaan daripada percaya telepon dari orang yang belum tentu benar. Mengambil jeda sebentar dari orang yang menelepon juga membantu kamu untuk mencerna situasi yang terjadi. Dengan begitu, kamu tidak akan mengambil tindakan yang akan kamu sesali.

5. Terlalu Percaya pada Orang yang Mengaku dari Pihak Tertentu

Penipuan e-Wallet

Saat menelepon, pelaku akan mengaku dari pihak perusahaan atau pihak berwenang lain yang membuat kamu merasa aman berbicara dengan mereka. Namun, orang yang mengaku-ngaku tersebut belum tentu benar berasal dari pihak perusahaan.

Pikiran ini yang perlu kamu ingat, bagaimana jika yang menelepon ini bukan dari perusahaan e-wallet yang kamu gunakan? Selalu miliki rasa curiga untuk telepon-telepon asing seperti itu. Jadi, kamu bisa terhindari dari kerugian.

Kamu juga bisa memperhatikan nomor telepon yang mereka gunakan. Nomor resmi yang digunakan oleh perusahaan resmi berbeda dengan nomor pribadi. Jadi, jika dari nomor yang masuk merupakan nomor pribadi, kamu harus waspada.

 

Tips Menjaga Keamanan Akun

Penipuan e-Wallet

Selain menghindari kesalahan di atas, kamu juga perlu menjaga keamanan akun dengan melakukan tips berikut ini. Dengan memperhatikan dan melakukan beberapa tips ini, kamu bisa lebih berhati-hati dan sekaligus melakukan tindakan pencegahan.

  1. Waspada modus penipuan. Saat ini, ada banyak modus penipuan yang terjadi. Kamu sangat perlu berhati-hati. Setiap informasi di media tentang penipuan jangan lupa dibaca dan dijadikan sebagai pengetahuan sebelum bertindak. Kenali modusnya dan jika menemukan situasi yang aneh atau mirip, jangan terpancing dan segera abaikan. 
  2. Lakukan tindakan pencegahan yang disarankan oleh perusahaan. Perusahaan e-wallet atau yang sejenisnya biasanya memberi panduan keamanan pada setiap pelanggannya. Ikuti panduan tersebut dan selalu waspada dalam bertransaksi. Jangan lupa gunakan versi terbaru aplikasi e-wallet agar transaksi kamu semakin aman.
  3. Segera hubungi pihak perusahaan resmi jika ada masalah. Jika kamu menjadi korban atau hampir menjadi korban, segera hubungi kontak resmi perusahaan. Kamu juga bisa melakukan pemblokiran akun sebagai tindakan jaga-jaga. Sebagai tindakan pencegahan juga, simpan kontak resmi perusahaan yang bisa kamu hubungi jika terjadi hal-hal yang tidak diinginkan.
Tagged with:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *