Bingung Cara Membagi Uang Gaji? Ikuti Aturan Ini!

Atur uang bisa lebih mudah!
Cara Membagi Uang Gaji

Seperti apa cara membagi uang gaji yang benar?

Agar gaji tidak habis begitu saja, kamu perlu membaginya sesuai fungsi dan jenis pengeluaran yang dibutuhkan selama satu bulan.

Namun, tidak dipungkiri tidak sedikit juga orang yang masih bingung cara membagi uang gaji mereka.

Setiap orang bisa saja memiliki caranya sendiri mengikuti kebutuhan mereka.

Meski begitu, ada prinsip atau aturan yang bisa diikuti seperti contoh cara membagi uang gaji berikut ini.

Dengan adanya prinsip ini, kamu bisa membagi uang gaji dengan lebih mudah.

Prinsip 30 – 10 – 10 – 50

Cara Membagi Uang Gaji

Dikutip dari akun vidio Liputan6.com, perencana keuangan, Safir Senduk membagi tips cara membagi uang gaji.

Menurutnya, gaji setiap bulan bisa dibagi dengan prinsip 30, 10, 10, dan 50. Setiap angka tersebut mewakili fungsi dan jenis seperti berikut ini.

[Baca: 5 Cara Mengelola Keuangan yang Harus Kamu Mulai dari Sekarang ]

 

  1. Maksimal 30% uang gaji dipisahkan untuk keperluan membayar cicilan utang. Ingat, maksimal 30%, tidak lebih atau kurang. Jika dalam utang tersebut terdapat cicilan untuk rumah, kamu bisa mengalokasikan 40% uang gaji. Sebaliknya jika tidak ada cicilan rumah, cukup sediakan maksimal 30%.
  2. Kemudian, sisihkan minimal 10% uang gaji untuk ditabung dan diinvestasikan. Jika memiliki sumber penghasilan lebih, kamu bisa mengalokasikan lebih dari 10% uang gajimu untuk diinvestasikan dan ditabung. Lebih besar lebih baik. Namun, tetap sesuaikan dengan besarnya penghasilanmu.
  3. Siapkan maksimal 10% dari uang gajimu untuk membayar premi asuransi. Termasuk dalam alokasi uang ini asuransi untuk kesehatan, keselamatan, atau asuransi lainnya.
  4. Terakhir, gunakan 50% uang gaji untuk membayar biaya hidup sehari-hari, seperti membayar listrik, membeli kebutuhan makanan, atau biaya transportasi.

Prinsip 10 – 20 – 30 – 40

Cara Membagi Uang Gaji

Dikutip dari Kompas,com, prinsip kedua yang bisa diikuti dalam membagi uang gaji ialah aturan 10, 20, 30, dan 40.

Cara membagi uang gaji ini bisa kamu lihat rinciannya seperti di bawah ini. [Baca: Begini Cara yang Tepat Mengelola Keuangan Berdasarkan Tipe Kepribadian ]

 

  1. Bayarkan 10% uang gaji untuk hal-hal yang bersifat kebaikan, seperti donasi, zakat, atau sedekah. Alokasi uang ini tidak bersifat wajib dan besarannya pun tergantung pada jumlah uang yang kamu punya. Jika kamu ingin berbuat kebaikan untuk sesama dan memanfaatkan uang yang kamu miliki untuk hal yang bermanfaat, uang untuk fungsi ini bisa dialokasikan.
  2. Sisihkan 20% uang gaji kamu untuk keperluan masa depan, termasuk asuransi, investasi, dana darurat, dana pensiun, atau dana pendidikan anak. Keperluan masa depan termasuk yang tidak boleh kamu abaikan. Jadi, menyisihkan uang dan menyiapkannya untuk berbagai keperluan masa depan sangat dianjurkan dilakukan.
  3. Selanjutnya, pisahkan 30% uang gaji untuk membayar cicilan. Utang tidak dianjurkan jika bukan untuk hal yang progresif. Oleh sebab itu, usahakan 30% dari uang gaji cukup untuk membayar semua cicilan utang yang dimiliki.
  4. Alokasi uang terakhir sebesar 40% gunakan untuk kebutuhan sehari-hari, termasuk di dalamnya biaya listrik, uang makan, pulsa telepon, atau dana hiburan.

 

==========

Kedua aturan cara membagi uang gaji di atas bisa d ikuti atau cukup dijadikan sebagia panduan.

[Baca: 4 Cara Menyisihkan Uang Gaji untuk Ditabung ]

Apa pun itu, usahakan untuk membagi uang gaji sesuai dengan fungsi dan kebutuhan di setiap bulannya.

Dengan adanya pembagian, kamu bisa memastikan semua kebutuhan saat ini dan masa depan terpenuhi serta tidak ada uang yang habis percuma.

Tagged with:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *