5 Cara Menghadapi Krisis Finansial

Persiapkan dari sekarang.
Krisis Finansial

Krisis finansial barangkali bukan hal yang ingin dirasakan oleh semua orang. Setiap Negara berusaha terbaik untuk menghindari kemungkinan terburuk seperti krisis finansial dalam perekonomian mereka.

Dengan adanya virus corona yang tengah melanda negara ini dan berbagai negara di seluruh dunia, ancaman krisis finansial bisa saja terjadi. Tentunya, semua orang berharap keadaan membaik tanpa memengaruhi atau memberi dampak yang signifikan pada perekonomian.

Namun, seperti yang diketahui, keadaan ekonomi sebelum adanya virus juga tidak terlalu baik. Adanya ancaman resesi, banyak bisnis mulai tutup, dan karyawan banyak dirumahkan.

Untuk menghadapi kemungkinan terburuk yang bisa terjadi, siapkan keuanganmu dengan melakukan lima hal ini.

Perbanyak Simpanan Uang Tunai

Krisis Finansial

Saat krisis ekonomi terjadi, barang-barang akan menjadi mahal dan langka, bahkan hanya untuk kebutuhan pokok. Dalam situasi ini kamu akan selalu membutuhkan uang tunai untuk membeli berbagai kebutuhan.

Meskipun tidak ada yang berharap keadaan bisa memburuk, tidak ada salahnya untuk bersiap dari sekarang. Pastikan kamu memiliki uang tunai yang cukup di rumah agar kamu bisa mencukupi semua kebutuhan. 

Dalam situasi seperti sekarang, kamu mungkin juga ingin membeli persediaan barang. Jadi, sebaiknya siapkan uang tunai untuk belanja kebutuhan dan uang tunai sebagai cadangan untuk situasi mendesak. 

Pilih Produk Investasi yang Likuid

Krisis Finansial

Dalam keadaan krisis finansial, seperti krisis ekonomi di seluruh dunia, kebanyakan orang akan mengalihkan investasi mereka ke instrumen yang aman. Ada yang mengalihkannya dalam bentuk uang tunai.

Ada pula yang mengalihkannya ke dalam instrumen investasi lain, seperti emas batangan. Emas terkenal tahan terhadap inflasi dan merupakan penjaga aset terbaik. Sekalipun nilai uang terus menurun, nilai emas akan bertahan.

Meskipun situasi sekarang belum mencapai keadaan terburuk, kamu bisa memilih produk investasi yang mudah diuangkan kembali. Langkah ini sebagai persiapan sekaligus antisipasi jika situasi memburuk.

Selain itu, hal ini juga karena kamu akan membutuhkan uang tunai sekaligus untuk menghindari adanya kerugian finansial yang lebih besar. Kamu bisa memilih tabungan berjangka atau deposito sebagai investasi selain emas batangan sebagai produk investasi.

Jika keadaan di seluruh dunia sudah kembali normal, pasar juga akan mengikuti. Saat itu, kamu bisa mulai mengambil langkah investasi yang lebih berani untuk mendapatkan keuntungan.

Buat Anggaran Keuangan

Krisis Finansial

Persiapan krisis finansial lain yang bisa kamu lakukan ialah dengan membuat anggaran keuangan bulanan atau harian. Meski tidak berdampak besar pada keuanganmu, langkah ini membantu kamu memahami keuanganmu lebih baik. 

Adanya anggaran keuangan akan membantu kamu mengetahui besarnya pemasukan dan pengeluaran. Dengan begitu, kamu bisa merencanakan penggunaan uang lebih baik.

Cara ini juga akan memberi tahu kamu apakah keuangan kamu sesuai dengan yang direncanakan, melebihi anggaran, atau justru di bawah anggaran. Kamu juga akan bisa mengetahui besarnya uang yang diperlukan seandainya terjadi krisis finansial.

Usahakan Mengurangi Pengeluaran

Krisis Finansial

Setelah mengetahui anggaran keuangan, berikutnya yang dilakukan ialah mengurangi pengeluaran sebagai langkah persiapan untuk menghadapi situasi yang lebih buruk.

Saat menjelang atau sudah terjadi krisis, kamu akan membutuhkan banyak uang untuk memenuhi kebutuhan. Berbagai usaha bisa saja banyak ditutup, kamu mungkin bisa kehilangan pekerjaan, atau pemasukan berkurang.

Oleh sebab itu, yang bisa dilakukan saat ini ialah perbanyak simpanan dan tabungan agar kamu bisa bertahan melewati kemungkinan terburuk. Salah satu cara untuk bisa memiliki banyak simpanan ialah berhemat dan mengurangi pengeluaran.

Perbanyak Dana Darurat

Krisis Finansial

Dengan banyaknya kejadian tidak terduga pada tahun ini, tidak sedikit orang yang memprediksi pada 2020 akan terjadi krisis global. Sekalipun tidak ada yang menginginkannya, melakukan persiapan tetap lebih baik daripada tidak sama sekali.

Kamu bisa menyiapkan tabungan yang bisa diperuntukkan sebagai dana darurat. Umumnya, dana darurat untuk orang yang belum menikah ialah tiga hingga enam kali pengeluaran.

Sementara untuk yang sudah menikah dan belum punya anak bisa menyiapkan dana darurat enam hingga sembilan kali pengeluaran. Jika kamu sudah punya anak, siapkan hingga dua belas kali atau lebih pengeluaran.

Namun, karena situasi perekonomian saat ini yang tidak menentu, kamu bisa mulai menyiapkan dana darurat lebih banyak. Semakin banyak dana yang disiapkan, semakin lama juga kamu bisa bertahan menghadapi krisis dan keadaan tidak terduga lainnya.

 

===============

Dalam situasi seperti ini akan lebih baik jika kamu bisa memiliki usaha sampingan atau kemampuan untuk berwirausaha. Adanya usaha sampingan bisa menambah pemasukan sekaligus memberi kamu kesempatan untuk membuka usaha sendiri seandainya kamu tidak mungkin lagi bekerja kantoran.

Selain itu, ingat untuk berhemat. Gunakan uangmu hanya untuk kebutuhan sebagai persiapan menghadapi situasi darurat.

Tagged with:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *