Atur Arus Kas Keuangan dengan Mudah Menggunakan Cara Ini

Kamu bisa mencobanya sekarang!
Arus Kas Keuanga

Apakah kamu perlu mengatur arus kas keuangan?

Jawabannya perlu dan sangat penting. Semua proses pengelolaan uang kamu dimulai dari mengatur kas keuangan. Jika arus kas keuangan tidak diawasi dan dijaga, keadaan keuangan bisa berantakan.

Kamu menjadi buta terhadap kondisi keuanganmu sendiri dan rencana untuk masa depan juga sulit untuk direalisasikan. Jangan langsung mengira mengatur arus kas keuangan sulit dilakukan. 

Meskipun membutuhkan waktu untuk menjadi terbiasa, yang perlu kamu lakukan hanya memulai mengatur keuangan dengan baik dan disiplin dalam proses tersebut. Jadi, apa yang harus dilakukan? Yuk, mulai dari sini.

Apa Itu Arus Kas?

Arus Kas Keuangan

Masih bingung dengan istilah arus kas? Arus kas sering disebut juga dengan kata cash flow. Kata ini juga sering digunakan untuk membahas keuangan perusahaan. Nah, apa yang dimaksud dengan arus kas?

Sederhananya, arus kas adalah aliran uang masuk dan keluar. Berapa uang yang kamu terima dan berapa yang dibelanjakan itulah yang disebut arus kas. Arus kas bisa menjadi salah satu poin yang bisa membuktikan apakah kamu sudah bijak dalam mengelola uang.

Arus kas keuangan yang baik ialah jika pemasukan lebih tinggi daripada pengeluaran. Sebaliknya, arus kas tidak dalam kondisi yang baik jika pengeluaran lebih besar daripada penghasilan. Jika seimbang, keadaan keuangan sudah baik, tapi masih bisa kamu tingkatkan. 

Hitung Semua Penghasilan

Arus Kas Keuangan

Mengatur arus kas dimulai dengan mengetahui kas masuk atau semua penghasilan yang dimiliki. Penghasilan yang diterima tidak hanya upah atau gaji bulanan, tapi juga uang dari pekerjaan sampingan, keuntungan dari investasi, laba dari bisnis yang dilakukan.

Semua penghasilan yang diterima perlu dikelola dan dialokasikan dengan baik untuk semua pengeluaran serta kebutuhan. Tidak hanya untuk saat ini, tapi juga keperluan di masa yang akan datang. 

Nah, jika kamu mengetahui dengan baik penghasilan, alokasi dan rencana keuangan bisa lebih mudah diterapkan. Agar pengelolaan uang lebih efektif, kamu bisa membuat rekening baru. Rekening tersebut bisa ditujukan untuk tabungan atau tujuan jangka pendek lainnya.

Gunakan rekening lain untuk menyimpan uang bulanan, jajan, dan sumber pengeluaran lainnya. Pembagian rekening ini bisa menjadi awal untuk membuat arus kas yang lebih rapi dan terencana.

Rapikan Pengeluaran Harian & Bulanan

Arus Kas Keuangan

Setelah penghasilan, kamu perlu mengatur kas keluar atau pengeluaran. Mengatur pengeluaran bisa dimulai dengan mengetahui pengeluaran wajib setiap bulan dan pengeluaran penting lainnya.

Data pengeluaran, bisa pengeluaran bulanan hingga harian, lalu pisahkan uang untuk keperluan tersebut. Masukan juga dalam data pengeluaran uang jaga-jaga sebagai cadangan jika ada keadaan di luar rencana. Saat mendata ini, kamu bisa menghilangkan sumber pengeluaran yang tidak penting dan membebani keuanganmu.

Jadi, sampai di tahap ini, semua pengeluaran harian serta bulanan sudah memiliki alokasi dana. Kamu harus disiplin dengan nilai yang sudah ditentukan agar tidak mengganggu sumber pendanaan pos lain. 

Pisahkan Uang untuk Kebutuhan Saat Ini

Arus Kas Keuangan

Dengan mengatur uang masuk dan keluar, arus kas keuanganmu sudah bisa berjalan dengan baik. Namun, kebutuhan seseorang bisa sangat banyak dan tidak termasuk ke dalam pengeluaran wajib atau harian.

Lalu, dari mana kamu bisa mendapatkan dana untuk membiayai kebutuhan tersebut? Kebutuhan ini bisa saja termasuk jalan-jalan, membeli perlengkapan hobi, atau merenovasi rumah. 

Untuk kebutuhan ini, kamu bisa menabungnya dalam tabungan terpisah dan dimasukan ke dalam kebutuhan jangka pendek atau menengah. Pisahkan 10% hingga 15% dari penghasilan setiap bulannya hingga uang terkumpul.

Karena dana  ini tergantung kebutuhan, kamu bisa merencanakannya dari jauh-jauh hari dan perhitungkan berapa lama waktu yang diperlukan hingga kamu bisa mengumpulkan target uang.

Siapkan Uang untuk Masa Depan

Arus Kas Keuangan

Arus kas sederhana semakin lengkap jika dalam pos pengeluaran, kamu mengalokasikan untuk investasi, tabungan, atau asuransi. Keuntungan dari investasi yang dilakukan akan menjadi penghasilan tambahan untukmu.

Kemudian, uang tersebut bisa kamu fungsikan sebagai dana pensiun, tambahan tabungan, atau dana untuk hari tua. Alokasi untuk investasi bisa kamu mulai dengan menyisihkan 10% sampai 20% dari gaji bulananmu.

Seiring dengan bertambahnya penghasilan, dana investasi bisa ditingkatkan untuk mendapatkan keuntungan lebih besar. Selain itu, jangan berinvestasi hanya pada satu produk investasi, cobalah lakukan diversifikasi agar ketika satu investasi gagal, kamu masih memiliki yang lain.

Pisahkan Juga untuk Proteksi Diri

Arus Kas Keuangan

Jangan lupa juga sisihkan uang untuk asuransi sebagai langkah proteksi diri. Besarnya dana asuransi bisa kamu samakan dengan dana investasi. Jadi, kamu bisa menyisihkan 10% dari penghasilan untuk dana asuransi.

Ada banyak pilihan asuransi, tapi kamu bisa memilih satu yang paling penting, seperti asuransi kesehatan. Saat usia bertambah lanjut, kamu juga bisa menyiapkan asuransi penyakit kritis dalam rangka menyiapkan hari tua.

Berita baiknya, asuransi kesehatan umumnya sudah ditanggung di tempat kamu bekerja. Jadi, kamu tidak perlu khawatir tidak memilikinya. Jika secara finansial memungkinkan, kamu juga bisa memiliki lebih dari satu asuransi untuk proteksi diri.

=========

Mudah bukan mengatur arus kas keuangan? Yang perlu dilakukan ialah mengetahui dengan baik pemasukan dan mengendalikan pengeluaranmu. Setelah itu, kamu harus disiplin menggunakan uang sesuai dengan yang sudah dianggarkan.

Meski awalnya sulit, kamu hanya perlu berlatih agar terbiasa dengan pola keuangan yang lebih rapi. Jika sudah terbiasa, kamu bisa menikmati keuangan yang sehat dan bahkan kebebasan finansial. 

Demi masa depan dan keuangan yang lebih sehat, tidak ada salahnya dicoba!

Tagged with:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *