Apa Itu Aset Produktif dan Aset Konsumtif?

Aset apa yang paling banyak kamu miliki?
Aset Produktif

Berapa banyak aset produktif yang kamu miliki? Sepanjang kamu bekerja dan berinvestasi, pastinya kamu memiliki sejumlah aset. Pertanyaannya, apakah aset tersebut termasuk aset produktif atau konsumtif?

Untuk tahu mana yang aset produktif dan konsumtif, kamu perlu tahu mengenai kedua aset tersebut terlebih dahulu. Dengan begitu, kamu bisa mengeluarkan uangmu untuk membeli aset yang tepat!

Apa Itu Aset Produktif?

Aset Produktif

Kamu mungkin sudah pernah mendengar utang produktif. Lalu, bagaimana dengan aset produktif? Senada dengan utang produktif, definisi dari aset produktif adalah aset yang menghasilkan uang dan nilainya terus naik di masa yang akan datang.

Nah, manakah dari aset yang kamu miliki merupakan aset produktif? Umumnya, secara nilai, aset produktif akan lebih banyak daripada aset konsumtif. Namun, dari segi jumlah, aset konsumtif akan lebih banyak.

Tahukah kamu contoh benda produktif? Aset produktif yang mungkin kamu miliki bisa berupa rumah atau mobil. Rumah jika ditempati memang tidak menghasilkan pendapatan bulanan, tetapi nilainya terus naik setiap tahun.

Jika ingin menghasilkan uang, rumah tersebut bisa kamu sewakan dan memberi kamu pendapatan pasif untuk waktu yang lama. Begitu pun dengan mobil bisa menghasilkan uang jika kamu sewakan atau digunakan untuk mengantar penumpang dan barang.

Benda lain yang bisa menjadi aset produktif ialah ponsel yang kamu beli dengan tujuan untuk berbisnis bisa menjadi aset produktif yang menguntungkan. Dengan sedikit penjelasan ini, bisa kamu lihat jika benda-benda tersebut bisa menghasilkan uang atau membantu kamu mendapatkan pemasukan, benda tersebut bisa digolongkan ke dalam aset produktif.

Selain benda yang digunakan, aset produktif juga bisa dalam bentuk investasi. Uang yang kamu miliki bisa diinvestasikan pada sejumlah instrumen investasi, seperti emas, properti, atau saham. Memiliki bisnis juga bisa dikategorikan sebagai aset produktif.

Instrumen investasi ini akan memberikan keuntungan untuk waktu yang panjang. Jika kamu pandai memilih dan mengelola instrumen investasi, kamu bisa mendapat keuntungan yang besar dan berulang serta dengan nilai yang meningkat di masa depan.

Investasi sendiri ada yang termasuk jangka pendek, menengah, hingga panjang. Kamu bisa memiliki beragam jenis investasi untuk meningkatkan jumlah aset produktif saat ini dan masa yang akan datang.

Apa Itu Aset Konsumtif?

Aset Produktif

Aset konsumtif merupakan lawan dari aset produktif. Jika dengan aset produktif kamu bisa mendapatkan penghasilan dan berulang untuk waktu yang lama, aset konsumtif justru tidak memberikan keuntungan.

Aset konsumtif merupakan aset yang tidak menghasilkan uang dan nilainya akan terus menurun. Aset ini umumnya merupakan barang yang digunakan untuk kegiatan sehari-hari dank arena itu risiko penurunan nilai semakin besar.

Benda yang termasuk dalam aset ini akan menghabiskan uang yang sudah kamu keluarkan karena adanya penurunan kualitas. Seiring berjalannya waktu aset konsumtif bisa rusak atau berubah kualitas yang membuatmu sulit menghasilkan keuntungan.

Barang-barang yang digolongkan dalam aset ini di antaranya, gadget, mobil, motor, tas, pakaian, atau sepatu. Benda-benda ini jika hanya digunakan untuk kegiatan sehari-hari tentu tidak menghasilkan uang kembali dan nilai benda tersebut semakin menurun seiring kamu menggunakannya.

Namun, benda konsumtif seperti ponsel atau mobil bisa menjadi produktif jika digunakan untuk kegiatan yang menghasilkan uang dan bukan hanya untuk komunikasi atau aktivitas sehari-hari. Benda tersebut menjadi investasi kamu untuk mendapatkan penghasilan.

Umumnya, investasi pada aset konsumtif tidak menguntungkan karena kamu tidak bisa menjualnya kembali dengan harga yang lebih tinggi saat dibeli. Contohnya, kamu membeli ponsel atau mobil, saat akan dijual walaupun kamu hanya memakai sebentar, barang tersebut tetap dikategorikan sebagai barang bekas. 

Barang elektronik atau kendaraan bekas tidak mungkin dijual lebih mahal dibandingkan barang baru. Jadi, berapa lama pun kamu pakai, kamu tetap akan mengalami kerugian.

Lalu, apakah sebaiknya kita tidak membeli aset konsumtif? Meskipun tidak menghasilkan uang, orang-orang membeli barang-barang tersebut untuk kepuasan dan kebutuhan.

Jadi, seimbangkan pembeliannya dengan kebutuhanmu. Jika sudah memiliki, tidak perlu belanja lebih dari yang dibutuhkan. Jika menumpuk barang, seperti pakaian atau sepatu tanpa ada kebutuhan mendesak, kamu hanya akan membelanjakan uang untuk sesuatu yang tidak menguntungkan.

Saran lain, kamu bisa menginvestasikan uang untuk aset produktif terlebih dahulu dan belanjakan uang untuk aset konsumtif secukupnya. Saat aset produktif milikmu sudah berkembang dan menghasilkan pendapatan pasif yang cukup besar, barulah kamu bisa menggunakannya untuk aset konsumtif. 

 

==============

Tidak perlu khawatir jika saat ini aset konsumtif milikmu lebih banyak daripada aset produktif. Setelah mengetahui perbedaan dan kegunaan keduanya, mulai saat ini kamu bisa membelanjakan uang lebih bijak.

Kumpulkan uang lalu belikan aset produktif untuk berbagai tujuan di masa sekarang dan masa depan. Tidak perlu terburu-buru, tetap pertimbangkan semua keputusan dengan tenang, dan yang terpenting mulai dari sekarang.

Tagged with:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *