8 Gaya Investasi, Mana yang Paling Cocok Buat Kamu?

Saat berinvestasi, pasti setiap orang punya gayanya masing-masing. Strategi dan gaya investasi yang cocok untuk teman atau keluarga kamu, belum tentu cocok untuk kamu. Hal apa saja yang bisa jadi penentu gaya dan strategi investasi yang cocok untuk kamu?

Kami bisa coba ajukan beberapa pertanyaan ini. Apakah kamu tipe yang berani mengambil risiko? Apa kamu mencari keuntungan langsung atau jangka panjang? Apa  kamu berencana untuk berinvestasi sendiri, berinvestasi melalui robo-advisor atau menyewa penasihat investasi?

Setelah kamu berhasil menjawab pertanyaan di atas, kamu akan lebih mudah menyesuaikan kebutuhan dengan gaya investasi tertentu. Sekarang, kamu bisa menemukan gaya investasi yang tepat untuk kamu dari delapan pilihan di bawah ini!

Investasi Aktif

Gaya investasi aktif mungkin tepat untuk kamu kalau kamu tidak takut akan risiko dan tetap memperhatikan tren dan pergerakan pasar. Investasi aktif umumnya digunakan oleh investor yang tidak terlalu peduli dengan keuntungan jangka panjang karena lebih mementingkan masa kini. 

Dengan strategi ini, kamu membeli beberapa saham dan menunggu waktu yang tepat untuk menjual saham itu kembali saat pasarnya sedang naik. Hal ini dilakukan untuk mencari keuntungan jangka pendek.

Investasi Pasif

Kalau kamu lebih menghindari risiko dan tidak ingin terus memantau pergerakan saham sepanjang hari, gaya investasi pasif mungkin lebih sesuai untuk kamu. Investor pasif adalah mereka yang menginvestasikan uang untuk jangka waktu yang panjang. 

Alih-alih mencoba memainkan timing seperti investor aktif, investor pasif menciptakan portofolio yang melacak indeks pasar. Melacak suatu indeks umumnya akan menghasilkan pengurangan risiko karena diversifikasi serta biaya transaksi yang lebih kecil karena keuntungan yang rendah.

[Baca juga: 6 Benda Koleksi yang Bisa Jadi Investasi]

Pertumbuhan

Gaya investasi ini fokus pada saham perusahaan yang pendapatannya tumbuh lebih cepat daripada kebanyakan saham lainnya. Saham ini juga diperkirakan akan terus tumbuh ke depannya. 

Saham-saham ini seringkali dinilai terlalu tinggi dan memiliki rasio harga dan pendapatan yang tinggi. Penting untuk dicatat bahwa saham-saham ini umumnya memberi dividen (pembagian laba) rendah atau tidak sama sekali. Tapi tidak perlu khawatir, hal ini akan ditebus dengan kinerja pengembalian yang kuat.

Nilai

Tidak seperti investor pertumbuhan yang mencari sekuritas yang dinilai terlalu tinggi, investor yang mengutamakan nilai mencari saham-saham yang tidak disukai atau undervalued. Investor dengan gaya investasi ini mengharapkan bahwa sekuritas ini akan naik dan berusaha membelinya sebelum hal itu terjadi.

Gaya investasi ini telah dipopulerkan oleh manajer pengelola investasi global Warren Buffett. Ia punya prinsip “Price is what you pay, value is what you get”. Uang yang kamu keluarkan, belum tentu sama dengan nilai yang kamu dapatkan, jadi kita tidak bisa meremehkan saham-saham bernilai rendah ini.

Kapitalisasi Pasar

Para investor yang memilih saham berdasarkan ukuran perusahaan menggunakan gaya investasi kapitalisasi pasar. Kapitalisasi pasar dihitung berdasarkan jumlah saham yang beredar dikalikan dengan laba per saham. 

Ada tiga kategori kapitalisasi pasar yang bisa digunakan untuk strategi investasimu, yaitu kapitalisasi kecil, kapitalisasi menengah, dan kapitalisasi besar.

  • Kapitalisasi perusahaan pasar kecil sebesar 4 miliar hingga 30 triliun rupiah 
  • Kapitalisasi perusahaan pasar menengah sebesar 30 triliun hingga 150 triliun rupiah
  • Kapitalisasi perusahaan pasar besar sebesar lebih dari 150 triliun rupiah

Saham perusahaan kecil biasanya lebih berisiko daripada saham perusahaan besar. Meskipun keuntungan mungkin lebih tinggi, volatilitas atau perubahan harganya juga lebih tinggi. Di sisi lain, perusahaan besar cenderung lebih stabil. Banyak orang menggunakan saham perusahaan besar dalam portofolio mereka karena dividen dan stabilitasnya.

[Baca juga: Gaji Kecil Juga Bisa Investasi, Ini 4 Pilihan Produknya!]

Beli dan Simpan

Gaya membeli dan menyimpan investasi termasuk dalam  investasi pasif. Seorang investor yang melakukan ini sebagian besar peduli dengan pertumbuhan jangka panjang. Tujuan di balik ini adalah membeli saham saat harganya masih rendah untuk mendapatkan keuntungan dari apresiasi harga dari waktu ke waktu.

Pengindeksan

Bentuk populer lain dari investasi pasif adalah pengindeksan. Dengan gaya investasi ini, seorang investor menciptakan portofolio yang mencerminkan perusahaan-perusahaan dari indeks saham tertentu. Portofolio umumnya akan tampil sesuai dengan indeks. 

Jenis investasi ini baik untuk orang yang lebih menghindari risiko karena diversifikasi indeks. Biaya, termasuk biaya transaksi dan pajak, terkait dengan pengelolaan portofolio semacam ini sebagian besar relatif rendah karena pendapatan yang lebih sedikit.

Diversifikasi

Ada dua jenis risiko yang harus diperhatikan oleh setiap investor: risiko sistematis dan risiko tidak sistematis. Risiko sistematis adalah risiko pasar yang tidak dapat didiversifikasi. Tetapi risiko yang tidak sistematis, atau risiko yang berasal dari berinvestasi di satu perusahaan atau sektor tertentu, dapat didiversifikasi. 

Misalnya, kalau kamu berinvestasi hanya di perusahaan teknologi, kamu akan memiliki tingkat risiko tinggi karena memiliki saham di hanya satu sektor. Dengan mendiversifikasi portofolio dan menambahkan atau mengganti beberapa perusahaan teknologi dengan perusahaan barang konsumen, tingkat risiko kamu akan berkurang.

Manakah Gaya yang Tepat untuk Kamu?

Sebenarnya, tidak ada gaya investasi yang benar atau salah untuk diterapkan. Yang paling sesuai untuk kamu pada akhirnya tergantung pada toleransi risiko, jangka waktu berinvestasi, usia, dan tujuan investasi. 

Ingat bahwa satu gaya investasi tidak akan cocok untuk kamu selamanya. Saat kamu bertambah tua dan tujuan investasi berubah, gaya investasi pilihan kamu juga demikian.

Tagged with:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *