7 Tips Cerdas Atur Keuangan untuk Generasi Millennials

Apa yang kamu lakukan dengan uangmu?
Atur Keuangan

Apa yang kamu lakukan dengan gajimu jika masih banyak tersisa?

Apakah kamu tabung atau belanjakan kembali?

Jika bisa mengatur uang dengan baik, uang tersebut bisa kamu manfaatkan untuk masa depan.

Sebagai generasi millennials dengan segala tuntutan hidup saat ini, mengelola uang dengan baik tentunya menjadi tantangan tersendiri.

Tidak hanya harus memikirkan biaya hidup saat ini, kamu juga harus menyiapkan hari tuamu.

Namun, bukan berarti kamu tidak bisa.

Generasi millennials justru sudah harus berpikiran jauh ke depan dan memiliki rencana keuangan yang matang.

Salah satunya, kamu bisa atur keuangan dengan cerdas setiap bulannya.

Cara yang bisa digunakan beragam, seperti tujuh tips berikut ini.

1. Alokasikan Pendapatan

Atur Keuangan

Atur keuangan setiap bulannya dengan mengalokasikan pendapatan yang kamu terima.

Pastikan gaji tidak habis percuma dengan menganggarkan secara jelas setiap pengeluaran.

Bagi setiap fungsi uang menurut pengeluaranmu tiap bulan.

Perhitungkan uang yang diperlukan lalu anggarkan. [Baca: Begini Cara yang Tepat Mengelola Keuangan Berdasarkan Tipe Kepribadian ]

Dengan begini, uang terbagi dengan baik dan tidak ada kebutuhan yang terlewat.

Kamu juga bisa menghitung berapa banyak uang yang bisa kamu tabung dan investasikan.

2. Tentukan Tujuan

Atur Keuangan

Menabung atau berinvestasi akan sulit jika kamu tidak memiliki tujuan.

Tetapkan tujuan jangka menengah dan jangka panjang sebagai motivasi.

Dengan begitu, mengelola uang untuk masa depan bisa lebih mudah.

Kamu bisa menjadikan rencana masa depan sebagai tujuan, seperti membeli rumah pada usia 30 tahun.

Bisa juga, memiliki aset senilai 1 miliar sebelum pensiun atau memastikan kamu memiliki uang yang cukup untuk menjalani masa pensiun.

Apa pun bisa kamu jadikan tujuan. Dengan mengetahui tujuan, kamu bisa memperhitungkan jumlah uang yang diinginkan dan berapa banyak yang harus kamu dapatkan setiap tahunnya.

3. Kenali Pengeluaranmu

Atur Keuangan

Pernahkah kamu merasa uangmu habis tanpa terasa? 

Setelah dihitung kembali pun, uang habis untuk pengeluaran yang tidak terlalu penting?

Ini sebabnya, kamu harus tahu apa saja pengeluaran bulananmu.

Tidak hanya bulanan, tetapi kamu juga harus mengenali pengeluaran setiap harinya.

Jika uang sudah dialokasikan, pengeluaran setiap harinya seharusnya tidak akan melebihi uang yang dianggarkan.

Dengan begitu, tidak ada lagi cerita uang habis tanpa kamu sadari.

Jadi, sebelum membuat anggaran bulanan, buat daftar pengeluaran setiap hari dan bulan yang harus kamu lakukan.

Anggarkan juga uang untuk bermain, berkumpul dengan teman, atau melakukan hobi.

Kamu bisa menggunakan pembagian 50% untuk kebutuhan sehari-hari, 20% untuk tabungan, investasi, atau tujuan finansial lain, dan 30% untuk kebutuhan pribadi.

Selain pembagian di atas, menurut perencana dan edukator keuangan Prita Ghozie, dikutip dari Kompas.com, kamu bisa membagi uang, 5% untuk zakat, 10% untuk dana darurat dan premi asuransi, 30% untuk biaya hidup, 30% untuk cicilan pinjaman, 15 persen investasi, dan 10% untuk gaya hidup.

4. Bedakan antara Simpanan, Tabungan, dan Investasi

Atur Keuangan

Untuk bisa atur keuangan dengan baik, kamu harus bisa membedakan apa itu simpanan, tabungan, dan investasi.

Simpanan merupakan uang yang sering kamu gunakan juga terima. [Baca: 5 Alasan Utama Kamu Harus Investasi Saat Muda! ]

Sementara tabungan, uang yang sering kamu tambah, tapi jarang dikeluarkan.

Investasi juga uang yang sering kamu tambahkan, tapi baru kamu gunakan setelah periode waktu tertentu, entah itu 5 atau 10 tahun kemudian.

Dengan mengetahui perbedaan ketiganya, kamu bisa membagi uangmu lebih efektif sehingga tidak akan tercampur.

5. Usahakan Hanya Memiliki Utang Baik

Atur Keuangan

Jika harus berutang, usahakan uang pinjaman tersebut digunakan untuk sesuatu yang progresif atau utang baik.

Jangan pinjam uang hanya membeli barang yang habis pakai atau bisa dikategorikan sebagai utang buruk

Utang baik bisa digunakan untuk meningkatkan taraf hidup kamu tidak hanya sekarang, tapi juga nanti.

Sementara utang buruk, nilainya hanya semakin berkurang dan setelah rusak kamu hanya bisa membuang atau menjual murah.

Utang baik, contohnya utang untuk membuka bisnis, membeli rumah, atau investasi. [Baca: Tentang Utang Baik dan Utang Buruk yang Harus Kamu Tahu ]

Sementara utang buruk, di antaranya barang habis pakai, kartu kredit, kredit barang.

6. Tentukan Prioritas

Atur Keuangan

Di tengah banyaknya pengeluaran dan tingginya tuntutan gaya hidup, kamu harus menentukan prioritas pengeluaran.

Tidak semua tren harus diikuti dan tidak semua barang harus kamu beli.

Oleh sebab itu, tentukan apa yang penting dan kamu butuhkan.

Di luar dari kebutuhan tersebut, tahan diri untuk mengeluarkan uang.

7. Siapkan Dana Darurat

Atur Keuangan

Atur keuangan lebih baik dengan menyiapkan dana darurat setiap bulannya. [Baca: Ingin Pensiun Muda? Segera Siapkan 8 Sumber Penghasilan Pasif Ini ]

Karena kamu tidak tahu kapan situasi darurat terjadi, pisahkan uang untuk kejadian tak terduga tersebut merupakan cara terbaik untuk mengatasinya.

 

=========

 

Jika kamu sudah memiliki penghasilan tetap, lebih cepat merencanakan keuangan lebih baik.

Selain uang yang kamu kumpulkan akan lebih banyak, uang yang diinvestasikan juga bisa bertambah besar nilainya.

Lagi pula, jika sudah bisa memulai rencana keuangan jangka menengah atau pun panjang, kenapa mesti ditunda?

Jadi, sudahkah kamu mengatur keuanganmu dengan baik?

Tagged with:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *