4 Kasus Penipuan Investasi Emas yang Bisa Dijadikan Pelajaran

Belajar dari masalah yang pernah ada.
Penipuan Investasi Emas

Berinvestasi apa pun jenisnya selalu disarankan untuk memilih tempat yang tepercaya termasuk investasi emas. Namun, memilih tempat untuk investasi ternyata juga tidak mudah. Buktinya, masih banyaknya kasus penipuan investasi emas yang terjadi.

Orang-orang masih mudah terperangkap dalam tawaran investasi “menguntungkan” yang berujung pada kerugian. Oleh sebab itu, sebelum berencana untuk “menanamkan” uangmu di suatu tempat, pastikan investasi yang ditawarkan bukanlah investasi bodong.

Kamu bisa mencari tahu dan menganalisa tawaran investasi tersebut dan melihat apakah termasuk dalam ciri-ciri investasi bodong. Selain itu, kamu juga bisa membaca contoh-contoh kasus penipuan investasi emas yang sudah terungkap sebagai bahan pertimbangan. [Baca: Investasi Bodong, Kenali Ciri-Cirinya ]

Seperti 4 kasus penipuan investasi emas yang dibahas dalam artikel ini pun bisa menambah wawasanmu, nih agar tidak terjebak dalam investasi bodong.

1. CV Kebun Emas Indonesia

Penipuan Investasi Emas

Kasus penipuan investasi emas yang dilakukan oleh CV Kebun Emas Indonesia masih terbilang baru. Terungkap pada Juli 2017 di Solo, Jawa Tengah penipuan yang dilakukan oleh CV Kebun Emas Indonesia ini merugikan 61 orang dengan total kerugian atau uang yang disetorkan mencapai Rp2 miliar. [Baca: 5 Keuntungan Beli Emas Online Ini Bisa Jadi Pertimbangan Sebelum Investasi ]

Dengan modus pembelian emas, kedua tersangka yang merupakan pasangan suami istri ini menjanjikan keuntungan bunga sekitar lima persen setiap bulan kepada peserta investasi. Peserta investasi emas mentransfer uang dengan nilai bervariasi, mulai dari Rp5 juta hingga Rp290 juta.

Selama tiga bulan di awal, para peserta investasi menerima uang dari nilai bunga yang dijanjikan. Namun, pembayaran keuntungan bermasalah setelah enam bulan.

Dilansir dari VoA Indonesia, menurut Kapolresta Solo, AKBP Ribut Hari Wibowo, perusahaan ini menggunakan sistem gali lubang, tutup lubang. Dengan kata lain, uang dari peserta investasi baru digunakan untuk membayar bunga peserta investasi lama.

2. Yusak Sie Haryanto

Penipuan Investasi Emas

Pada Desember 2017, sebuah kasus penipuan investasi emas kembali terungkap di Solo, Jawa Tengah. Dilansir dari Republika.co.id, jumlah korban yang melapor untuk kasus ini mencapai 108 orang dengan nilai kerugian sekitar Rp111,375 miliar. [Baca: 5 Tips Memulai Investasi Emas Bagi Pemula ]

Pelaku kasus penipuan ini bernama Haryanto alias Yusak Sie Haryanto, warga Kampung Sewu, Solo. Pria ini menjanjikan investor keuntungan 10 hingga 25 persen per dua belas hari. Setelah dua belas hari, investor akan menerima pembayaran keuntungan yang dijanjikan. Investor akan menyerahkan sejumlah uang kembali, tapi pelaku menghilang.

Hingga berita ini diturunkan, penyidik masih melakukan pengembangan. Sementara pelaku, menurut Kapolresta AKBP Ribut Hari Wibowo, dapat dikenakan pasal penipuan dan atau penggelapan. Pelaku juga dijerat dengan pasal 3, 4, 5 UU RI No.8/2010 tentang Pencegahan dan Pemberantasan Tindak Pidana Pencucian Uang (TPPU) dengan ancaman hukuman penjara maksimal 20 tahun.

3. PT Golden Traders Indonesia Syariah

Penipuan Investasi Emas

Kasus penipuan, penggelapan, dan pencucian uang yang dilakukan oleh PT  Golden Traders Indonesia Syariah (GTIS) diungkap sudah cukup lama, yakni pada 2013-2014. Kerugian dari kasus ini ditaksir mencapai triliunan rupiah. [Baca: 7 Tempat Terpercaya Jual Emas Antam ]

GTIS berdiri dari tahun 2012 dan berbadan hukum resmi. Perusahaan ini bahkan memiliki sertifikasi halal dari Majelis Ulama Indonesia (MUI). Dilansir dari detik.com, menurut Kasubdit Fismondev Direktorat Reserse Kriminal Khusus Polda Metro Jaya AKBP Ari Ardian, GTIS menawarkan investasi emas fisik dengan keuntungan 1,5 persen per bulan untuk program tiga bulan dan 2 persen per bulan untuk program 6 bulan.

Selain itu, GTIS juga menawarkan investasi nonfisik dengan keuntungan lebih besar, yakni 4,5 persen per bulan untuk program 6 bulan dan 5,4 persen per bulan untuk program 12 bulan. Untuk investasi nonfisik ini, investor tidak memegang emas, tetapi hanya invoice penjualan. Keuntungan yang dijanjikan ini tidak pernah diberikan hingga akhirnya perusahaan tersebut bangkrut.

4. Virgin Gold Mining Corporation (VGMC)

Penipuan Investasi Emas

Virgin Gold Mining Corporation (VGMC) adalah perusahaan investasi yang berbasis di London, Inggris. Perusahaan ini bergerak di bidang pertambangan dan eskplorasi emas. VGMC menawarkan saham tambang emas dengan keuntungan mencapai 10% per bulan. [Baca: Ini Dia 6 Pilihan Tempat Menyimpan Emas ]

Menggunakan sistem MLM, dilansir dari Finansialku.com, VGMC diprediksi berhasil mengumpulkan dana Rp500 miliar dengan jumlah nasabah berkisar 40.000.

 

==========

Empat kasus di atas hanya sedikit contoh banyaknya kasus penipuan berkedok investasi emas. Kamu sebagai pemula dalam bidang investasi emas harus berhati-hati dan teliti dalam membeli ataupun memilih tempat investasi.

Untuk proses jual beli emas, cukup pilih tempat yang memang dipercaya dan disarankan. Jika membeli dalam ukuran besar terlalu berat, kamu bisa memilih emas dalam nominal kecil. Saat ini, kamu bisa membeli emas dalam nominal kecil di tempat yang tepercaya seperti aplikasi e-mas. [Baca: 9 Kesalahan yang Sering Dilakukan oleh Pengguna Aplikasi e-mas ]

A post shared by e-mas (@emas.apps) on

Aplikasi e-mas sendiri merupakan aplikasi jual beli emas yang dilakukan secara online. Melalui aplikasi ini, kamu bisa membeli emas mulai dari Rp10.000,-an. Emas yang dibeli nantinya akan dititipkan pada aplikasi. Kamu bisa menjual emas tersebut sewaktu-waktu ataupun mengambilnya saat mencapai berat yang tersedia pasaran.

Nah, selamat berinvestasi emas, ingat hanya berikan uangmu di tempat tepercaya ya!

Download Aplikasi e-mas & Dapatkan Emas GRATIS Hingga 0,06 gram

Tagged with:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *